ST 2013 Demi Peningkatan Kesejahteraan Petani

SAMARINDA–Sensus Pertanian (ST) 2013 kerjasama Kementerian Pertanian bekerjasama dengan BPS (Badan Pusat Statistik) sepanjang Mei ini dimaksudkan untuk memperoleh data yang benar dan akurat tentang kegiatan pertanian dan rumah tangga petani  di Indonesia, termasuk Kaltim.  
“Melalui sensus ini akan diperoleh data mengenai kegiatan pertanian dan rumah tangga petani. Sehingga akan diketahui luasan lahan yang dimiliki setiap rumah tangga petani,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim H Ibrahim, Kamis (2/5).
Selain itu, akan diketahui komoditas pertanian apa saja yang ditanam termasuk kegiatan subsektor perikanan, peternakan dan perkebunan serta kehutanan. Sehingga diketahui secara jelas yang berkaitan dengan pendapatan (kesejahteraan) setiap rumah tangga petani.
Data  hasil sensus itu akan menjadi dasar penyusunan perencanaan kegiatan dan program pertanian bagi pelaku pertanian  di Kaltim. Khususnya dalam upaya meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan petani.
Hasil  perolehan data yang benar dan akurat itu akan menjadi pertimbangan pengambilan kebijakan terhadap pembangunan pertanian dalam arti luas. Apalagi, pertanian merupakan salah satu program prioritas pembangunan yang ditetapkan pemerintah.
Sensus pertanian dilaksanakan untuk siklus yang keenam atau setiap 10 tahunan yang digelar sejak 1963. Berdasarkan hasil sensus itu maka pemerintah senantiasa melakukan perbaikan-perbaikan terhadap kebijakan pembangunan pertanian.
“Hasil sensus pertanian digunakan untuk perencanaan, implementasi kebijakan dan evaluasi program pembangunan pertanian bagi  kementerian dan lembaga terkait (pertanian, kelautan dan perikanan, kehutanan) Bappenas, perguruan tinggi dan lembaga internasional,” jelas Ibrahim.
Khusus pembangunan pertanian di Kaltim sesuai dengan komitmen Gubernur Awang Faroek Ishak agar meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Karena mampu membuka peluang usaha dan kesempatan kerja.
“Kita fokus menurunkan angka pengangguran dan pengentasan kemiskinan, maka melalui sektor pertanian diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Bahkan, komitmen gubernur itu didukung dengan ketersediaan pendanaan melalui kredit usaha di lembaga perbankan daerah, BPD Kaltim,” ujar Ibrahim. (yans/hmsprov).

////Foto : H Ibrahim


 

Berita Terkait