STAIN Diharapkan Ciptakan SDM Berkualitas

Serah Terima Mahasiswa KKN 2013


SAMARINDA - Pemprov Kaltim berharap Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Samarinda mampu menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas.  Bahkan Pemprov telah memberi  dukungan besar untuk mewujudkan harapan tersebut.  
“Bentuk dukungan itu diantaranya berupa bantuan beasiswa kepada mahasiswa Kaltim, termasuk mahasiswa STAIN Samarinda. Selama kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak dan Wagub Farid Wadjdy, pemberian  beasiswa, khususnya bagi mereka yang tidak mampu menjadi salah satu program penting,” kata Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Dr Bohari Yusuf usai serah terima mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2013, di Kampus STAIN Samarinda, Selasa (5/3).
Bukan hanya untuk mahasiswa kurang mampu, beasiswa juga diberikan kepada mahasiswa berprestasi. Tahun ini saja, Pemprov Kaltim memberikan beasiswa untuk mahasiswa dan pelajar di daerah dengan anggaran mencapai Rp149 miliar dengan target 31.000 penerima.  
“Dengan beasiswa tersebut, kami berharap baik mahasiswa STAIN maupun mahasiswa perguruan tinggi yang lain dan pelajar di Kaltim, khususnya yang tidak mampu dapat melanjutkan pendidikan lebih tinggi lagi, sehingga mutu pendidikan di Kaltim betul-betul merata,” harapnya.
Karena itu, lanjut dia, hingga saat ini Pemprov Kaltim sudah tidak memberikan bantuan yang sifatnya pembangunan fisik. Tapi bagaimana memberikan bantuan kepada perguruan tinggi agar mampu meningkatkan kualitas SDM.
Misalnya, peningkatan kualitas mutu dosen dan sarana prasarana pendidikan. Contohnya pengadaan laboratorium untuk penelitian dan pengkajian, sehingga kualitas pendidikan di perguruan tinggi menjadi lebih baik.
“Kami yakin, jika itu bisa dilakukan,  kualitas lulusan perguruan tinggi pasti akan lebih baik,” jelas Bohari.
Sementara itu, Ketua STAIN Samarinda Dr H Mukhamad Ilyasin sangat mengapresiasi komitmen Pemprov Kaltim untuk pendidikan dan perguruan tinggi. Diharapkan, dengan dukungan program beasiswa tersebut tidak ada lagi mahasiswa yang drop out (DO) atau berhenti karena tidak ada biaya.
“Ini akan menjadi motivasi berharga bagi mahasiswa di Kaltim, khususnya di STAIN, sehingga mereka mampu berlomba-lomba meraih pendidikan yang lebih baik ke depannya,” jelas Mukhamad Ilyasin.
Mahasiswa STAIN Samarinda yang mengikuti KKN 2013, mencapai 217 orang yang tersebar di enam kabupaten dan kota, yakni Balikpapan, PPU, Paser, Kutai Kartanegara, Kutai Barat dan Kutai Timur. (jay/hmsprov).

///Foto : Sejumlah mahasiswa STAIN Samarinda yang akan melaksanakan KKN di enam kabupaten/kota di Kaltim.(jaya/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait
Government Public Relation