Kalimantan Timur
Stop !! Penyemprotan Disinfektan ke Manusia

ilustrasi penyemprotan disinfektan ke manusia di jalan raya. ( Ist )

SAMARINDA - Berbagai cara dilakukan guna mencegah penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang saat ini tengah mewabah. Salah satunya dengan menyemprotkan disinfektan. Bahkan, tak sedikit yang masih menyemprotkan cairan disinfektan ke tubuh manusia  di jalanan, hingga membuat bilik disinfektan (chamber).

Terkait hal tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak mengimbau kepada  masyarakat dan kelompok masyarakat serta organisasi maupun instansi pemerintah agar menghentikan penyemprotan disinfektan ke tubuh manusia.  

"Zat dari disinfektan bisa membahayakan. Seperti iritasi pada tubuh manusia atau menyebabkan kanker bila digunakan terus-menerus," tegas Andi Muhammad Ishak, Sabtu (20/4/2020).

Menurut Andi, disinfektan hanya dipergunakan untuk benda-benda mati, seperti lantai ataupun tempat yang sering disentuh manusia  yaitu gagang pintu, meja, kursi, keran dan wastafel.  Untuk target itu memang dianjurkan, supaya droplet yang ada di sekitar benda tersebut bisa dimatikan.

"Kiranya penyemprotan kepada manusia dihentikan. Jangan terjadi seperti itu. Karena disinfektan dipergunakan hanya untuk benda mati, bukan benda hidup. Hanya untuk membunuh virus-virus yang bertebaran di sekitar tempat yang tanpa sengaja dikeluarkan si penderita, baik pada saat berbicara, batuk  maupun bersin," paparnya.

Terkait larangan penggunaan disinfektan pada manusia, lanjut Andi  sudah melayangkan surat edaran termasuk surat Kemenkes kepada seluruh kepala daerah, untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat maupun kepada organisasi kemasyarakatan.

Andi menyebut pihaknya sudah melayangkan surat kepada daerah  termasuk surat larangan penggunaan disinfektan kepada manusia. Karena ditakutkan  penyemprotan disinfektan ke manusia, nantinya justru menimbulkan iritasi pada tubuh manusia itu sendiri.

"Maka dari itu, penyemprotan seperti itu harus  segera dihentikan," tandasnya.

Andi menambahkan, pencegahan penyebaran virus corona dengan penggunaan bilik disinfektan, ternyata tidak direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO).

Sebab, beberapa kandungan dalam larutan disinfektan, seperti alkohol dan klorin, justru berisiko membahayakan bagi kesehatan tubuh manusia.

"Menyemprotkan bahan-bahan kimia (disinfektan)  tersebut dapat berbahaya apabila terkena pakaian hingga menyentuh permukaan kulit atau selaput lendir manusia, seperti mata dan mulut.  Oleh karena itu bagi masyarakat yang masih melakukan penyemprotan melalui bilik disinfektan untuk segera dihentikan karena itu sangat berbahaya bagi tubuh manusia," tegasnya.

Dalam upaya memutus rantai Covid-19 lanjut Andi, cukup sederhana yaitu dengan melaksanakan physical distancing dan sosial distancing.

Sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik. Menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut, sampai tangan sudah dalam kondisi bersih. Menutup hidung dan mulut saat bersin maupun saat batuk.

"lDi tengah wabah Covid-19, cara mencegah penyebarannya yang tak kalah penting adalah menjaga kesehatan tubuh dengan baik, seperti makan makanan yang bergizi dan seimbang, mengonsumsi suplemen vitamin untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, minum air putih yang cukup, minimal 2 liter untuk orang dewasa serta melakukan olahraga secara rutin, dan selalu memakai masker bila ke luar rumah," pesan Andi Muhammad Ishak.(mar/sul/humasprov kaltim).

Berita Terkait