Studi Banding ke Dispenda dan BPPMD Kaltim

Peserta Diklatpim IV Jateng Kunjungi Kaltim

 

SAMARINDA – Pemprov Kaltim kembali mendapat kehormatan sebagai daerah tujuan dari studi banding jajaran Pemprov Jawa Tengah (Jateng). Studi banding ini merupakan bagian dari Benchmarking Diklatpim IV Angkatan V Pemprov Jateng 2014 yang berjumlah 30 orang, yang dipimpim Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) Jateng M Masrofi.

Masrofi mengungkapkan dipilihnya Kaltim sebagai daerah tujuan dikarenakan adanya instansi di lingkup Pemprov Kaltim yang dinilai berhasil dalam melakukan inovasi dan terobosan, sehingga mampu memberikan perubahan yang berdampak positif terhadap kinerja dan prestasi.

Kedua instansi tersebut, yakni Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) yang dinilai mampu mengelola dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui program dan terobosan, yakni program Samsat Online, penarikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan lainnya.

Sedangkan instansi lain, yakni Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) yang telah memiliki unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Dimana perijinan untuk semu bidang telah dikelola dalam satu wadah.

“PTSP ini merupakan best practice bagi kami. Karena di Jateng untuk tingkat provinsi, perijinan yang jumlahnya ratusan masih terbagi-bagi ke semua SKPD. Sedangkan di Kaltim sudah berhasil mengelola dalam satu tempat. Ini yang akan kita pelajari dan coba implementasikan di Jateng,” ungkap Masrofi usai pertemuan dengan jajaran Bandiklat Kaltim, Senin (23/6).

Selain itu, lanjut dia, maksud dari kunjungan ini juga agar peserta Diklatpim IV mampu merubah pola kepemimpinan seperti yang ada sekarang, yaitu sekedar rutinitas dalam menjalankan sistem pemerintahan menjadi pola pekerjaan yang lebih baik lagi atau lebih dari sekedar menjadi seorang pemimpin.

“Pola kepemimpinan ini yang ingin kita rubah. Peserta Diklatpim IV kita arahkan menjadi agen perubahan, agar mampu memberikan warna dan pola kepemimpinan baru dalam rangka mendorong percepatan reformasi birokrasi dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik,” jelasnya.

Sementara itu, Kaban Diklat Kaltim H Syafruddin Pernyata mengatakan kunjungan studi banding dari jajaran Bandiklat Jateng merupakan suatu kebanggaan bagi Kaltim. Disamping juga dapat menjadi bahan pembelajaran dengan saling berbagi ilmu antara Kaltim dan Jateng.

“Kita perlu belajar dengan cara berbicara dan mendengar, saling berbagi (sharing) ilmu dan pengalaman. Hal ini lebih baik dilakukan saat ini karena semua peserta bisa saling berinteraksi. Apalagi ini merupakan bagian dari upaya mencetak pemimpin di kalangan birokrat,” katanya.

Pada kesempatan itu, Syafruddin menjelaskan Bandiklat Kaltim merupakan salah satu instansi di lingkup Pemprov Kaltim yang memiliki gedung dan fasilitas yang besar dan megah. Namun, ujar dia, itu bukanlah yang ingin ditunjukkan kepada masyarakat ataupun pihak luar. Melainkan bagaimana proses didalam terutama untuk materi dan kualitas ilmu yang didapatkan peserta selama menjalani Diklat.

“Meskipun gedung ini megah dan besar, namun bukan itu yang terpenting, melainkan mutu dari peserta didik yang dihasilkan selama proses Diklat,” jelasnya.

Selama empat hari di Kaltim, peserta Diklatpim IV Pemprov Jateng, selain mengunjungi Dispenda dan BPPMD Kaltim, juga direncanakan mengunjungi objek wisata di Kaltim, diantaranya Museum Mulawarman di Tenggarong, Kutai Kartanegara. (her/sul/es/hmsprov)

 

////FOTO : Kaban Diklat Kaltim H Syafruddin Pernyata (kanan) menyerahkan cendera mata kepada Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) Jateng M Masrofi.(heru/humasprov)

 

Berita Terkait