Studi Banding Widyaswasta Peda X KTNA Kaltim 2019


DERAWAN - Kegiatan Widyaswasta menjadi salah satu agenda rutin setiap pelaksanaan Pekan Daerah Kontak Tani dan Nelayan Andalan (Peda KTNA). Tidak terkecuali pada Peda X KTNA Kaltim 2019 yang dipusatkan di Desa Labanan, Teluk Bayur, Berau, 20-25 Juli 2019.

Untuk studi banding Widyaswasta kali ini, para peserta diajak melihat peternakan sapi di Jalan Birang Kelurahan Gunung Tabur. Disini, peternak sapi memanfaatkan pelepah dan daun kelapa sawit tua untuk pakan sapi, kemudian mencampurnya dengan ampas tahu serta vitamin. Ada sekitar 30 ekor sapi yang dibiarkan hidup liar di kebun tersebut.

Perjalanan dilanjutkan ke Kampung Samburakat RT 03 Kelurahan Gunung Tabur. Disini peserta melihat budidaya jagung dan kol dataran rendah yang harga jualnya cukup bagus. Kisaran Rp10 ribu hingga Rp11 ribu per kilogram. Kelompok tani di Samburakat memanfaatkan lahan seluas kurang lebih empat hektar untuk tiga jenis jagung yang ditanam. Yakni jagung pulut, jagung manis, jagung hibrida. Ada juga persemaian bawang merah dari biji.

Dari Gunung Tabur, peserta dibawa menuju pelabuhan Tanjung Batu untuk menyeberang ke Pulau Derawan. Selain bermalam dan beristirahat di kawasan wisata bahari tersebut, peserta akan berwisata mangrove Tanjung Batu untuk melihat pelestarian hutan bakau.

Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas PTPH Kaltim, Rini Susilawati menjelaskan studi banding widyaswasta ini dilakukan untuk melihat dan mempelajari keberhasilan daerah yang bersangkutan. Terutama dalam merintis dan mengembangkkan kegiatan argobisnis/argoindustri pada kelompok tani nelayan atau petani nelayan yang berhasil dan memberikan kesadaran akan keindahan alam/lingkungan pada lokasi yang dikunjungi.

"Sekaligus menambah pengetahuan juga untuk daerah-daerah wisata yang dikunjungi," jelasnya. (cyn/her/yans/humasprovkaltim).

Berita Terkait
Government Public Relation