Sudah Miliki Puskemas 24 Jam dan Sekolah Berbagai Jenjang

Maratua, Pulau Terluar yang Terus Berbenah (1)

 

Pulau Maratua yang di wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur merupakan salah satu dari 93 pulau terdepan dan terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berbatasan langsung dengan dua negara ASEAN, yakni Malaysia dan Filipina.

Pulau Maratua memiliki luas mencapai .282,46 hektare dan dihuni sekitar 3.460 jiwa yang tersebar di empat kampung, yakni Teluk Harapan (ibukota kecamatan Maratua), Teluk Alulu, Bohe Silian dan Payungpayung.

Maratua dikenal hingga ke mancanegara karena memiliki eksotisme wisata bahari yang sangat luar biasa. Bahkan elah menjadi salah satu destinasi wisata di Indonesia bersama Pulau Derawan, Kakaban dan Sangalaki.

Sebagai pulau terdepan yang menjadi beranda NKRI, Maratua terus berbenah untuk mempercantik diri sebagai gerbang negara. Sejumlah sarana dan prasarana infrastruktur terus dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayahnya yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.

Saat ini, untuk memenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di ibukota kecamatan Maratua, Teluk Harapan, telah berdiri Puskesmas 24 Jam yang menyediakan layanan kesehatan Unit Gawat Darurat (UGD), rawat inap hingga pemeriksaan laboratorium, didukung tenaga kesehatan, satu orang dokter, dibantu bidan dan tenaga perawat.

Demikian halnya, di tiga kampung lain, yakni Teluk Alulu, Bohe Silian dan Payungpayung. Telah berdiri satu unit Puskesmas Pembantu (Pustu) yang masing-masing memiliki tenaga bidan dan perawat. Sehingga, jika ada masyarakat Maratua yang membutuhkan pelayanan kesehatan tidak perlu menempuh perjalanan sekitar empat jam (menggunakan speed boat) ke Tanjung Redeb (Ibukota Berau).

Sementara itu, di bidang pendidikan, saat ini Maratua memiliki fasilitas sekolah untuk jenjang pendidikan dasar hingga menengah. Dimana untuk Teluk Harapan telah dilengkapi Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Bahkan Maratua juga memiliki satu unit lembaga PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

Artinya, bagi masyarakat Maratua yang ingin menempuh pendidikan dasar hingga menengah atau sesuai program Pemprov Kaltim, yakni Wajib Belajar 12 Tahun maka tidak perlu lagi ke luar pulau. Melainkan cukup di wilayah Maratua.

Namun, menurut Camat Maratua, Kudarat, pihaknya masih memerlukan tenaga kesehatan maupun tenaga pendidik agar pelayanan kesehatan maupun pendidikan di wilayahnya dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Kami akui saat ini kekurangan sumber daya manusia (SDM) di Maratua. Termasuk kualitas SDM yang ada juga masih kurang. Namun dengan adanya program dan kegiatan yang dilakukan baik oleh Pemkab Berau maupun Pemprov Kaltim melalui instansi terkait, khususnya untuk pengembangan ekonomi rakyat, itu sangat membantu,” jelas Kudarat.

Meskipun dengan fasilitas yang terbatas jika dibanding wilayah perkotaan, namun jajaran Kecamatan Maratua terus berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakatnya.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketersediaan listrik untuk kebutuhan masyarakat. Karena, pada saat ini masyarakat Maratua hanya menikmati listrik pada malam hingga pagi hari saja. Itupun jika pembangkit listrik tenaga surya yang ada tidak mengalami kendala.

Demikian halnya untuk fasilitas air bersih yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Meskipun sudah dibangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) namun tidak bisa beroperasi dengan baik, sehingga saat ini masyarakat setempat masih menggunakan sumur bor atau air tanah untuk aktivitas sehari-hari.

Kedepan, masyarakat Maratua berharap Pemkab Berau dan Pemprov Kaltim dapat memenuhi kebutuhan listrik maupun air bersih di wilayah Maratua.

Demikian halnya untuk ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang digunakan masyarakat untuk kendaraan bermotor maupun perahu untuk nelayan. Saat ini masih tergantung dengan stok yang ada di wilayah Berau (Tanjung Redeb dan sekitarnya). Sehingga jika stok BBM kosong, maka aktivitas masyarakat menjadi terganggu, baik nelayan ataupun anak sekolah yang mengandalkan kendaraan bermotor untuk bepergian.

Perhatian pemerintah pusat dan daerah perlu terus ditingkatkan agar masyarakat di Pulau Maratua sebagai pulau terluar dan terdepan bisa merasakan dampak dari pemerataan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. Terlebih, Maratua memiliki potensi perikanan dan pariwisata sangat luar biasa.

Pemprov Kaltim bersama Pemkab Berau terus berupaya membangun sejumlah sarana dan prasarana penunjang sektor pariwisata maupun perikanan. Diantaranya pembangunan Bandara Maratua dalam rangka memudahkan akses transportasi orang maupun barang baik dari maupun ke Pulau Maratua. (heru renaldi/sul/es/adv-bersambung).

 

///FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak (dua dari kiri) saat meninjau perkembangan pembangunan Bandara di Pulau Maratua beberapa waktu lalu.(dok/humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation