Sukses Pemilukada Tergantung Tingkat Partisipasi Masyarakat

Sukses Pemilukada Tergantung Tingkat Partisipasi Masyarakat

 

JAKARTA - Sukses penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) tidak lepas dari peran serta partisipasi masyarakat dalam memberikan hak suara di masing-masing daerah.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim HM Mukmin Faisyal HP, terkiat dengan pelaksanaan Pemilukada serentak yang dijadwalkan pada 9 Desember 2015. Sehingga peran masyarakat untuk menyukseskan Pemilukda sangat diharapkan, sehingga mampu menciptakan tatanan demokrasi berkualitas.

“Karena itu, setelah rapat koordinasi persiapan Pemilukada serentak ini,  saya akan sampaikan kepada Gubernur. Selanjutnya Pemprov Kaltim kembali melakukan koordinasi untuk memantapkan penyelenggaraan tersebut, untuk mencapai target partisipasi masyarakat yang lebih tinggi dibanding saat pemilihan anggota legislatif maupun gubernur,” kata Mukmin Faisyal usai menghadiri rapat koordinasi persiapan Pemilukada serentak di Jakarta, Senin (4/5).

Menurut dia, parameter utama sukses penyelenggaraan Pemilukada, yakni partisipasi masyarakat. Artinya, dengan partisipasi masyarakat yang tinggi dan kecilnya golongan putih/Golput (tidak memilih).

Karena itu, sosialisasi dengan melibatkan pimpinan partai politik, camat, Kades, anggota Babinsa, Babinkamtibmas, pimpinan organisasi kemasyarakatan, anggota Panwaslu, jajaran pemuda serta unsur perguruan tinggi sangat diperlukan.

Jika berkaca dengan Pilgub Kaltim 2013 ternyata angka Golput mencapai 40 persen. Sementara Pilpres di Kaltim 2014 partisipasi masyarakat mencapai 60 persen. Diharapkan dari angka tersebut partisipasi masyarakat pada Pemilukada serentak bisa lebih baik.

“Sesuai arahan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, KPU dan Pemerintah Daerah terus berupaya memberikan motivasi kepada masyarakat. Termasuk pimpinan partai politik diharapkan mengusung calon yang berkualitas, sehingga partisipasi masyarakat lebih baik dari pemilihan presiden maupun pemilihan gubernur dan pemilihan anggota legislatif,” jelasnya.    

Tidak hanya sosialisasi saja yang membuat penyelenggaraan sukses, namun menjaga kondusifitas daerah juga sangat diperlukan, sehingga Pemilukada yang berkualitas betul-betul terwujud.(jay/es/hmsprov).

///FOTO : HM Mukmin Faisyal HP

 

Berita Terkait