Sungai Telake Potensial untuk Suplai Air Baku dan Pertanian


 

SAMARINDA – Keberadaan Sungai Telake yang melintasi Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU) awalnya hanya akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian.

Namun, mencermati besarnya potensi yang tersedia maka pembangunan Bendung  Gerak Telake yang membendung Sungai Telake juga sangat  baik untuk dimanfaatkan menyuplai air baku (air bersih) bahkan PLTA.

Rencana pembangunan dan pengembangan Bendung Gerak Telake itu diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim H Taufik Fauzi.

Menurut dia, perencanaan pembangunan Bendung Gerak Telake sudah dilakukan sejak tahun 2001 bahkan diperkirakan sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp40 miliar.

“Rencana pembangunan bendungan yang melintasi Paser dan PPU itu tidak hanya tiga tahun terakhir ini. Tetapi program dilakukan sejak 2001 dan menghabiskan anggaran kisaran Rp30 hingga Rp40 miliar,” sebut Taufik Fauzi.

Dana sebesar itu jelasnya, meliputi kegiatan perencanaan yang dilakukan hingga saat ini termasuk kegiatan feasibility studi (studi kelayakan), pembuatan amdal dan DED bendungan.

Sekarang ini ujarnya, Dinas PUPR selain fokus pada perencanaan yang menjadi tanggungjawab provinsi juga melanjutkan proses sertifikasi bendungan.

Taufik mengakui tahun 2017 ini rencana pembangunan Bendung Gerak Telake belum mendapat respon pusat karena fokus pada penuntasan Program 1.000 Bendungan se-Indonesia.

Untuk program nasional itu ungkapnya, Kaltim mendapat dua kegiatan yakni pembangunan Bendungan Marangkayu di Kutai Kartanegara dan Teritip di Balikpapan.

“Kita terus mengusulkan ke kementerian untuk pembangunan Telake atau paling tidak awal 2018 sudah ada kepastian. Pusat masih fokus pada pembangunan seribu bendungan di Indonesia dan kita dapat dua proyek yaitu Teritip dan Marangkayu,” jelas Taufik.

Dia keyakini Bendung Gerak Telake akan didukung pusat karena protensi yang besar selain untuk mendukung pencapaian swasembada pangan juga air baku.

“Jadi selain irigasi sawah juga suplai air baku untuk air minum di Paser dan PPU hingga Balikpapan. Bahkan bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA),” ungkap Taufik Fauzi.(yans/sul/es/humasprov)

Berita Terkait