Tagana Kaltim Siaga Hadapi Bencana

SAMARINDA-Menghadapi segala kemungkinan terjadi bencana   Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kaltim sebanyak  648 orang anggota  telah siaga menghadapi berbagai bencana. 

”Anggota Tagana  tidak banyak bicara  tetapi cepat tanggap untuk bekerja membantu masyarakat pada penangulangan bencana setiap saat,”  kata Kepala  Dinas Sosial Kaltim H Bere Ali disela-sela lounching kartu e-PKH di Palaran, Rabu (16/1).

Para anggota Tagana bekerja juga berkoordinasi dengan tim SAR  melakukan evakuasi para korban yang telah dibekali ketrampilan menolong para korban bencana dan  mereka setiap saat terjun dilokasi kejadian.

            "Anggota Tagana  siaga selama 24 jam melayani masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam," tegasnya.

Menurut dia, Tagana saat memberikan  bantuan pertolongan dengan bergerak cepat, kemampuan mereka sudah teruji dan profesional menangani masalah banjir dan longsor dan setiap anggota Tagana  memiliki kemampuan dan keahlian serta menguasai manajemen kebencanaan, baik secara konseptual maupun teknis diantaranya  penguasaan pengetahuan tentang manajemen kebencanaan yang berlaku secara universal, kemampuan menggunakan seluruh peralatan penanggulangan bencana seperti Evakuasi  Kit dan pertolongan lainnya.

Hakekatnya lanjut Bere Ali, kehadiran  Tagana  untuk mengurangi resiko dan menekan dampak bencana terhadap masyarakat. Oleh karena itu, segala aspek maupun proses yang terkait dengan upaya-upaya penanggulangan bencana bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana.

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka segala upaya penanggulangan bencana harus dilaksanakan secara terencana, terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh.

”Agar  masyarakat memahami tentang peran dan fungsinya dalam penanggulangan bencana, maka perlu dilakukan upaya-upaya pemberdayaan seperti penguatan, pemantapan dan pelatihan sesuai dengan budaya, kearifan lokal serta kemampuan dan potensi masyarakat itu sendiri, sehingga masyarakat akan lebih mandiri, lebih kuat, lebih sigap, lebih terlatih dan lebih siap untuk menghadapi bencana mendatang tanpa bergantung kepada pihak lain kecuali pada kondisi khusus,” ujar Bere Ali.(sar/hmsprov).

Berita Terkait
Government Public Relation