Tahun Depan Kaltim Kirim 300 Mahasiswa

Hasil Kunjungan Gubernur ke Rusia

SAMARINDA - Selama sembilan hari, tepatnya  3 hingga 12 November 2013 lalu, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama Pj. Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie dan sejumlah pejabat terkait, melakukan kunjungan kerja ke Rusia.
Kunjungan kerja ini dilakukan sebagai tindak lanjut kerjasama yang sudah disepakati sebelumnya yakni pembangunan rel kereta api sepanjang 191 kilometer dari Kutai Barat hingga Balikpapan.
Setelah pertemuan dengan Presiden Russian Railways Mr Vladimir Yakunin di Kantor Pusat Russian Railways di Moskow, diharapkan rencana pembangunan rel kereta api ini berjalan mulus.  
Gubernur Awang Faroek Ishak mengungkapkan, pertemuan dilakukan untuk mendiskusikan berbagai persiapan terkait rencana pembangunan rel kereta api  yang akan melintasi lima kabupaten dan kota, yakni Kabupaten Kutai Barat, Kutai Kertanegara, Panajam Paser Utara, Paser dan Kota Balikpapan.
Dia menambahkan, rencana ini patut diseriusi mengingat manfaatnya yang begitu besar dalam perencanaan pembangunan ekonomi jangka panjang Kaltim, rencana ini pun sesungguhnya sudah menjadi bagian dari program Masterpan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor Kalimantan.
Rencana pembangunan rel kereta api ini juga merupakan tindak lanjut perjanjian kerjasama antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Kepada Presiden Russian Railways, Vladimir Yakunin, Gubernur Awang Faroek menegaskan, Pemprov Kaltim dan pemerintah kabupaten dan kota akan memberi jaminan kemudahan dalam berbagai hal demi kelancaran pembangunan rel kereta api tersebut.   
Sebagai bentuk keseriusan Kaltim atas rencana ini, Gubernur Awang Faroek pun menginformasikan kepada manajemen perusahaan Rusia tersebut bahwa pemerintah daerah telah melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait di daerah.     Persetujuan prinsip awal juga telah diberikan kepada PT Kalimantan Railways, kelompok usaha Rusian Railways yang akan mengerjakan proyek bernilai triliunan rupiah tersebut.  
"Bentuk nyata yang dilakukan pemerintah daerah adalah membantu PT Kalimantan Railways dalam pembebasan lahan untuk jalur rel kereta api berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Para bupati dan walikota terkait dalam pembangun rel kereta api ini pun masing-masing telah menyiapkan Tim Pembebasan Lahan," kata gubernur.  
Soal rencana pembangunan rel kereta api di jalur Kutai Barat - Balikpapan ini, Gubernur Awang Faroek juga telah menjelaskan bahwa rencana tersebut telah disosialisaikan kepada perusahaan tambang batubara, perkebunan kelapa sawit, hutan tanaman industri yang berada di wilayah lima kabupaten dan kota yang dilintasi.
Pertemuan juga membicarakan kemungkinan redesign (desain ulang) terhadap pembangunan Jembatan Pulau Balang, khususnya untuk pembangunan bentang panjang jembatan tersebut.   
Redesign harus dilakukan mengingat rel kereta api juga akan dibangun memanfaatkan jembatan yang menghubungkan Kabupaten Panajam Paser Utara dengan Kota Balikpapan tersebut. Sisi atas jembatan untuk kendaraan sementara sisi bawah akan digunakan untuk lintasan kereta api.
 Motivasi Gubernur Awang Faroek sangat kuat untuk mewujudkan pembangunan rel kereta api tersebut mengingat manfaat besar jangka panjang yang akan dinikmati dari proyek ini.
Pada tahap awal, manfaat rel kereta api dapat dinikmati perusahaan-perusahaan pertambangan yang akan dilintasi untuk mengangkut batu bara hingga pelabuhan di Balikapapan, sebelum dikirim ke tempat tujuan.
Jumlah perusahaan pertambangan yang akan dilintasi jalur kereta api ini tidak kurang dari 357 ijin pertambangan batubara yang terdiri dari 20 ijin PKP2B dan 337 ijin usaha pertambangan (IUP).
Sedangkan jika nantinya bisa dibangun jalur-jalur kereta api di kabupaten dan kota lainnya, sekitar 4.000 ijin usaha pertambangan yang tersebar di Kaltim akan lebih banyak menggunakan jasa angkutan batu bara yang lebih aman dan ramah lingkungan tersebut.     
Dalam jangka panjang, dengan sumber daya manusia yang lebih mumpuni dalam urusan transportasi perkeretaapian, Gubernur Awang Faroek berharap agar transportasi kereta api kelak juga dapat mengangkut hasil produksi pertanian, perkebunan dan kehutanan.
"Mimpi saya selanjutnya, masyarakat pedalaman juga bisa naik kereta api.  Jangan hanya orang di Jawa saja yang bisa naik kereta api. Orang Kaltim juga bisa. Tapi kita harus bersabar, pelan-pelan kita rintis agar semua mimpi ini bisa diwujudkan," seru Awang Faroek.  

Kirim Mahasiswa ke Rusia

Pertemuan Rusia ini juga menghasilkan kesepakatan lain yakni, Pemerintah Rusia melalui Russian Railways memberikan kesempatan kepada mahasiswa Kaltim  untuk menempuh pendidikan di Moskow State University of Railway Engineering mulai tahun ajaran 2014.  
Menurut Awang, rencana ini sangat baik untuk menyiapkan sumber daya manusia Kaltim yang mampu berperan aktif dalam pembangunan dan pengoperasian tiga  jalur rel kereta api yang akan dibangun di Kaltim, yaitu rel kereta api dari Kutai Barat ke Balikpapan,  Muara Wahau ke Lubuk Tutung dan dari Tabang ke Lubuk Tutung.
 Kesepahaman kerjasama pendidikan ini diwujudkan dalam bentuk MoU antara Gubernur Kaltim  Dr H Awang Faroek Ishak dengan Head of the Moscow State University of Railway Engineering (MIIT) Mr B Levin dan Andre Shigaev, Director Kalimantan Railways.  
Setelah kerjasama ini, Gubernur Awang Faroek mengajak para calon mahasiswa yang berminat agar segera mendaftar ke Dinas Perhubungan Kaltim untuk mengikuti proses seleksi.
Mereka yang lolos akan diberi kursus Bahasa Rusia yang akan menjadi persyaratan untuk menempuh pendidikan di Rusia.  Pada tahap awal Pemprov Kaltim akan menyiapkan quota 300 mahasiswa yang akan dibiayai melalui program Beasiswa Kaltim Cemerlang.
Pada kunjungan ke Rusia itu, Gubernur dan rombongan berkesempatan mengunjungi Moscow State University of Railway Engineering untuk melihat berbagai fasilitas yang sangat lengkap di universitas tersebut.
Gubernur bahkan menyebut, sudah saatnya Rusia menjadi salah satu tujuan pendidikan mahasiswa Kaltim di berbagai disiplin ilmu baik teknik maupun kedokteran. (sul/hmsprov)

//FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak (empat dari kiri) dan Pj. Gub. Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama Pimpinan Russian Railway.(ist)


 

Berita Terkait