Tak Ada Anak Usia Sekolah di Jalanan

* Obsesi Gubernur


BALIKPAPAN - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak berharap ke depan tidak ada lagi anak usia sekolah yang berkeliaran di jalanan dan di persimpangan  jalan dengan dalih menjual koran.  Anak-anak itu kata Awang, harus dibina di panti khusus.  Karena itu, dia berharap ada panti khusus untuk membina anak-anak jalanan tersebut.


“Bukan hanya anak jalanan, termasuk orang gila yang di jalan juga harus direhabilitasi, sehingga tidak ada lagi yang dibiarkan di jalanan.

Bahkan, kota yang dinilai sudah maju seperti Balikpapan pun masih ada,” kata Awang Faroek Ishak, di Balikpapan, Selasa (26/2).


Awang berharap, jika memang ada anak jalanan dan orang gila, Dinas Sosial dapat membawanya ke panti rehabilitasi,  harus ditertibkan dan jangan dibiarkan. Dengan kerja keras jajaran Dinas Sosial di Kaltim, bekerja sama dengan instansi terkait,  Awang yakin hal itu bisa dilaksanakan.


“Mudah-mudahan dengan begitu, tidak ada lagi anak usia sekolah berjualan di jalanan. Seharusnya, mereka mendapatkan pendidikan yang layak.  Apabila ini berhasil, tentu hal itu juga akan berdampak pada kesejahteraan bagi anak tersebut dan daerah ini selalu tertib dari anak jalanan. Artinya tidak ada lagi anak jalanan yang dibiarkan di jalan,” harapnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kaltim H Bere Ali mengatakan, sesuai arahan Gubernur Kaltim agar tidak ada lagi anak usia sekolah dibiarkan di jalanan. Dinas Sosial Kaltim akan terus melakukan pembinaan kepada anak usia sekolah yang terjaring razia. Anak-anak tersebut akan dibekali ilmu pengetahun melalui pelatihan-pelatihan.


“Kami berharap dengan pelatihan yang dilakukan, anak-anak tersebut tidak lagi ada di jalanan. Pelatihan yang diberikan, bisa dengan teknik menyablon, perbengkelan serta pengelolaan sembako dan pencucian motor. Kami berharap seluruh Dinas Sosial di Kaltim dapat juga melakukan hal itu, sehingga tidak ada lagi anak usia sekolah berjualan di jalanan,” harapnya. (jay/hmsprov)  
 

Berita Terkait