Tampung Hasil Produksi Pertanian

 SAMARINDA - Sebanyak 12 unit  toko tani  yang dibentuk dalam fasilitasi Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh (BKPP) siap menampung produksi hasil  pertanian dari para petani, baik melalui kelompok tani maupun gabungan kolompok tani. 

 

Kepala BKPP Kaltim Fuad Asaddin menjelaskan  hasil produksi  dari petani akan ditampung dan  dijual oleh toko tani. Namun diakuinya, saat ini  jumlahnya masih terbatas pada beras. Walaupun demikian toko-toko tersebut  masih memungkinkan untuk menampung dan menjual produk-produk lainnya.

"Dua belas toko tani yang terbentuk, yaitu 4 unit di Kabupaten  Paser,  6 unit di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan 2 unit  di Kabupaten Kutai Timur.  Pembentukan toko tani saat ini masih fokus  pada daerah yang  hasil pertaniannya surplus," kata Fuad Asaddin, Selasa (2/8).

Pola pembentukan toko tani, lanjut Fuad  adalah pemerintah memberikan peluang kepada kelompok tani yang memiliki toko tani dan ada penggilingan padi. Kemudian pemerintah memberikan bantuan  modal untuk pengembangan baik untuk membeli maupun untuk menjual produk yang dihasilkan. Sedangkan terkait harga produk yang dijual seperti beras, harga disesuaikan dengan kebutuhan dan harus ada kesepakan bersama.

Diharapkan, toko tani tidak hanya menampung dan menjual komoditi beras. Produk lain apalagi yang menjadi unggulan juga layak ditampung dan dijual. Sehingga keberadaan toko tani tersebut tentu akan sangat membantu petani dan masyarakat.

"Toko tani juga harus dibentuk di kabupaten yang lain. Diharapkan penambahan bisa mencapai 10-12 unit toko tani," ujar Fuad. (mar/sul/es/humasprov)    

Berita Terkait
Government Public Relation