Tangani Pasien, Jangan BicaraAdministrasi Pembayaran Dulu

Gubernur Resmikan Gedung Baru RSUD Tarakan

TARAKAN – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak kembali mengingatkan agar seluruh rumah sakit milik pemerintah terus memacu peningkatan kualitas dan mutu pelayanan kesehatan. Rumah sakit pemerintah harus menjadi rumah sakit rujukan bagi masyarakat. Peningkatan yang dimaksud, bukan hanya terkait pelayanan teknis kesehatan dan keselamatan pasien,  tetapi juga meliputi keramahan, sopan santun, perhatian, empati dan komunikasi yang baik dan terbuka dari komponen rumah sakit kepada para pasien dan keluarganya.

 “Saya sudah instruksikan kepada semua rumah sakit milik daerah. Jangan dulu bicara administrasi dan pembayaran, layani dulu pasien yang datang. Urusan bayar membayar, itu urusan belakang. Kalau pasien tidak mampu bayar, biar gubernur yang bayar, ada uangnya. Tapi tentu tidak semua begitu.  Kita kan punya bupati, walikota dan masih punya camat. Kalau benar-benar tidak mampu, baru kita bantu,”  ucap gubernur lantang disambut aplaus ratusan warga Tarakan yang hadir pada peresmian Gedung Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan, Rabu (20/2).

Peningkatan mutu layanan rumah sakit harus dilakukan sebab hal itulah yang akan menjadi penopang utama keberhasilan pembangunan di daerah. Gubernur melanjutkan, bahwa Pemprov Kaltim pada masa kepemimpinannya sudah memberikan alokasi yang sangat tinggi pada struktur APBD Provinsi untuk pembangunan bidang kesehatan mencapai angka 13,5 persen dari APBD Kaltim. Maka sudah sewajarnya, perhatian besar pemerintah ini tidak disia-siakan, termasuk oleh jajaran rumah sakit pemerintah.

Gubernur Awang Faroek pun mengisahkan apa yang dialaminya beberapa tahun lampau. Suatu ketika ada sepupu gubernur yang masuk rumah sakit. Dia tidak dilayani dengan baik. Akhirnya, gubernur pun menelpon rumah sakit.

“Setelah tahu sepupu gubernur yang sakit, baru dilayani dengan baik. Bukan pelayanan seperti itu yang kita harapkan. Itu tidak benar. Siapapun masyarakat yang datang harus diperlakukan sama. Saya menargetkan agar  semua rumah sakit milik pemerintah harus mampu memberikan pelayanan kelas dunia kepada semua pasien tanpa pandang siapa dia,” tegas gubernur, lagi-lagi disambut aplaus warga Tarakan.

Selain mendorong peningkatan kualitas dan mutu pelayanan rumah sakit yang kini sudah dilengkapi berbagai fasilitas modern dan canggih yang sebelumnya hanya dimiliki rumah sakit-rumah sakit besar di kota besar dan luar negeri, gubernur juga meminta agar fungsi Puskesmas, Puskesmas Plus, Puskesmas 24 Jam dan Rumah Sakit Pratama (setingkat diatas Puskesmas) bisa terus ditingkatkan sehingga masyarakat tidak secara langsung menyerbu rumah sakit umum daerah yang ada di Samarinda, Balikpapan dan Tarakan.

Jika Puskesmas, Puskesmas Plus, Puskesmas 24 Jam dan Rumah Sakit Pratama berfungsi dengan baik, maka selanjutnya, setiap rumah sakit milik pemerintah itu akan menjadi rumah sakit rujukan.

“Jadi kalau warga Kaltara sakit, tidak perlu ke Samarinda, apalagi ke luar negeri. Silahkan ke Puskesmas dulu, jika tidak  mampu, barulah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Tarakan ini. Gedungnya sudah bagus, peralatannya juga sudah lumayan lengkap, tinggal man powernya lagi yang harus disiapkan dengan sebaik-baiknya. Yang terpenting sekarang, pelayanan yang harus ditingkatkan,” saran gubernur.

 Saat ini pemerintah akan membangun sejumlah Rumah Sakit Pratama. Untuk tahap awal Pemprov Kaltim melalui APBD Provinsi akan membangun RS Pratama di Long Apung (Malinau), Krayan (Nunukan), Batu Engau (Paser), Long Bagun (Kutai Kartanegara), Talisayan (Berau), Sangkulirang (Kutai Timur), dan di Resak (Kutai Barat). Sedangkan melalui dana APBN akan dibangun dua RS Pratama yakni di Maratua (Berau) dan Long Nunuk (Mahakam Ulu). Dan masih ada 9 RS Pratama lainnya yang akan dibangun hingga akhir 2018 mendatang.

Sedangkan untuk mengatasi kekurangan jumlah tenaga dokter, perawat, analis dan apoteker, Gubernur Awang Faroek mengungkapkan bahwa Pemprov Kaltim akan tetap memberikan perhatian besar terhadap masalah ini, meski ke depan Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan ini kelak akan diserahkan kepada Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara).

“Saya sudah menyiapkan beasiswa tidak kurang dari 7.201 untuk pelajar dan mahasiswa di Kaltara untuk menjadi dokter atau insinyur. Khusus untuk Tarakan saya siapkan jatah 1.316 beasiswa untuk S1, S2 dan S3. Silahkan bupati dan walikota bersama timnya untuk merekomendasikan nama-nama calon penerima beasiswa,” imbuh Awang.

Sementara itu, Pj Gubernur Kaltara Dr Irianto Lambrie mengungkapkan, berdirinya bangunan megah diatas lahan seluas 11 hektar tersebut  tidak bisa dilepaskan dari komitmen kuat Gubernur Awang Faroek untuk memberikan pelayanan kesehatan yang semakin membaik kepada masyarakat.               

Menurut Irianto, sukses pembangunan kesehatan sekaligus akan melambangkan kemajuan suatu daerah. Hal ini sangat dipahami Gubernur Awang Faroek sehingga alokasi dana pembangunan untuk bidang kesehatan di Kaltim sangat diprioritaskan.

“Pemerintah akan dinilai berhasil jika mampu mengangkat derajat kesehatan masyarakatnya. Karena rakyat yang sehat adalah gambaran dari sebuah kemajuan. Sementara rumah sakit adalah sarana yang penting untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tersebut. Rumah sakit akan menjadi cermin keberhasilan pemerintah, begitu pula sebaliknya,” kata Irianto.

Di tempat yang sama, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan, dr Wiranegara Tan, menjelaskan, rumah sakit ini dibangun dalam waktu tujuh tahun dengan total dana terserap mencapai Rp377 miliar. Dia bertekad akan terus meningkatkan pelayanan rumah sakit sesuai harapan masyarakat.

“Komitmen pelayanan kita dari dulu sudah jalan 24 jam. Dokter spesialis kita juga terus bertambah. Intinya, kalau masyarakat dan semua pihak mendukung, maka semanya akan berjalan lancar,” ujarnya.

Acara peresmian dihadiri para tokoh dan warga Tarakan. Sejumlah bupati dan walikota di Provinsi Kaltara juga hadir dalam peresmian tersebut. Hadir pula Danrem 091/ASN Brigjen Nono Suharsono dan Jaksa Agung Muda Intelejen (Jamintel) Kejagung, Adjat Sudrajat. Usai peresmian Gubernur Awang Faroek Ishak langsung meninjau berbagai fasilitas pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan. (sul/hmsprov) 

//Foto: PERTAMA DI INDONESIA. Gubernur Awang Faroek menerima piagam Museum Rekor Dunia Indonesia kepada RSUD Tarakan sebagai Rumah Sakit Pertama di Indonesia yang meraih Sertifikat ISO 22301 : 2012 dari Manager Muri Yusuf Ngadri. (samsul/humasprov kaltim).

Berita Terkait
Government Public Relation