Target 2 Tahun Rampung

Lanjutan Pembangunan Tol Balikpapan-Samarinda

BALIKPAPAN–Jalan bebas hambatan (tol) Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,02 kilometer akan terus dilanjutkan pembangunnya, khususnya paket I sepanjang 25,07 kilometer (KM.13 Balikpapan-Samboja) dan paket V sepanjang 11,09 kilometer (Km.13-Sepinggan Balikpapan).

Hal ini ditandai dengan dilakukannya pencanangan pelaksanaan lanjutan pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda dan pembangunan fasilitas sisi udara Bandara Samarinda Baru oleh Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, Selasa (16/9).

Pencanangan lanjutan pembangunan jalan tol tersebut disaksikan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak dan Kementerian Perhubungan serta pejabat kementerian Kabinet Indonesia Bersatu II.

Menurut Chairul Tanjung, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan ditarget rampung dalam dua tahun. “Saya sudah tanya ke Wamen PU dan ditarget dua tahun jalan sudah selesai sehingga bisa dilalui,” ujarnya.

Menko mengakui Kaltim merupakan salah satu provinsi yang sangat aktif di dalam pelaksanaan pembangunan khususnya pembangunan di sektor perekonomian. Pembangunan infrastruktur telah dibangun baik jalan, jembatan maupun pelabuhan dan bandara.

Dijelaskan Chairul bahwa ketersediaan infrastruktur sebagai jalur aksesibilitas tentu sangat mendukung terjadinya pertumbuhan ekonomi. Sebab, jalur transportasi baik darat, laut maupun udara merupakan kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi.

Terutama dalam mendukung kemudahan distribusi barang dan jasa serta menjadi sarana pendukung terbangunnya kawasan industri atau sentra-sentra pertumbuhan ekonomi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di suatu daerah.

Apabila terbangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dalam suatu daerah maka kesejahteraan rakyat akan dapat diwujudkan. “Kita perlu pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis potensi di daerah tersebut sehingga langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Setelah pusat perekonomian baru terbangun maka diperlukan konektivitas yang bersifat fisik seperti jalan, rel kereta, jembatan dan pelabuhan serta bandara. “Gubernur Awang Faroek sudah memulainya dan saya yakin pusat juga mendukungnya,” tegas Chairul.

Misalnya, jalan tol yang dinilai tidak layak bangun karena tidak ekonomis dan finansial serta tidak visiable. “Tetapi dengan dimulainya pembangunan jalan ini akan menjadi ekonomis, financial dan visiable sebab akan terbangun pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ungkap Menko.

Terbangunnya sarana konektivitas baik jalan, rel kereta api, jembatan, pelabuhan dan bandara agar pusat pertumbuhan ekonomi baru itu menjadi efesien, efektif serta produktif dan berdaya saing.

Namun demikian lanjut Menko, terpenting adalah pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, terampil dan berkompeten di bidangnya. “Gubernur Awang Faroek telah melakukan terobosan melalui program prioritas pembangunan SDM di daerah,” ungkapnya.

Kedepan, Kaltim merupakan salah satu provinsi terdepan yang dalam pengembangan dan pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru didukung ketersediaan SDM yang mampu mendukung serta mengelola SDA yang sangat besar di daerah.

“Gubernur Awang Faroek bersama jajaran pemerintah daerah telah mampu melakukan proses akselerasi pembangunan. Jalan tol, pelabuhan dan bandara yang indah. Semuanya langsung dirasakan masyarakat. Ini sesuai dengan filosofi MP3EI,” tegas Chairul Tanjung.

Sementara itu Gubernur Awang Faroek Ishak menyebutkan jalan tol Balikpapan-Samarinda akan dibangun sepanjang 99,02 kilometer, direncanakan dua jalur dengan enam lajur masing-masing 3,6 meter dan lebar badan jalan 36,9 meter dengan sistem perkerasan rigid pavement.

Awang menjelaskan pengerjaan dibagi lima paket yaitu Km.13 Balikpapan-Samboja 25,40 km, Paket Samboja-Palaran I sepanjang 23,00 km, Samboja-Palaran II sepanjang 22,60 km, Palaran-Jembatan Mahakam Kota II sepanjang 16,9 km, dan paket Km.13-Sepinggan Balikpapan sepanjang 11,12 km.

Ke depan, Pemprov Kaltim merencanakan pembangunan jalan bebas hambatan sepanjang 241 kilometer. “Tidak hanya mencakup Balikpapan-Samarinda tetapi meliputi ruas jalan Penajam-Balikpapan, Samarinda-Bontang, Bontang-Sengata hingga Maloy dan Samarinda-Tenggarong,” ujar Awang Faroek.

Proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda ini mulanya diprediksi menelan biaya Rp6,2 trilyun namun kini mencapai lebih kurang Rp10 trilyun. Pemprov Kaltim atas persetujuan DPRD Kaltim telah menyalurkan dana APBD multiyears contract selama empat tahun dari 2010-2013 sebesar Rp2 trilyun. 

Selain itu, lanjutan pembangunan fasilitas sisi udara Bandar Udara Samarinda Baru (BSB) . “Satu tahapan lagi pembangunan BSB segera dilanjutkan. Selaku Gubernur Kaltim, saya telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan konstruksi sisi udara BSB,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda serta seluruh lapisan masyarakat di Kaltim berharap agar BSB segera dapat dirampungkan, sehingga Bandara Temindung yang saat ini lokasinya berada di tengah kota segera bisa pindah ke BSB.

Tampak hadir dalam pencanangan lanjutan pembangunan jalan tol dan BSB antara lain Plt Sekprov Kaltim H Rusmadi dan Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun, Pangdam VI Mulawarman dan Kapolda Kaltim, Walikota Balikpapan Rizal Effendi dan Walikota Samarinda H Syaharie Ja’ang. (yans/sul/hmsprov)

//Foto: HARAPAN MASYARAKAT. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menjelaskan tentang pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda. (fajar/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait
Government Public Relation