TBI Siap Berinvestasi, Stadion Madya Terkoneksi dengan Convention Hall

Gubernur Awang Faroek Ishak pimpin rapat perencanaan pembangunan pengelolaan interkoneksi Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda dan Convention Hall Samarinda menjadi Convention dan Hotel Samarinda. (norjaya.humasprovkaltim)

 

SAMARINDA - Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda dan Convention Hall Samarinda akan ditata dan dikelola secara profesional dengan kerja sama pihak swasta. Hal ini diinginkan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak agar pengelolaan sarana dan prarana yang ada di Stadion Madya Sempaja dan Convention Hall Samarinda dapat dikelola secara profesional dan dinikmati rakyat.

 

Salah satu investor yang mengaku berminat menjalin kerja sama dengan Pemprov Kaltim untuk pengelolaan barang milik daerah tersebut adalah PT Timur Borneo Indonesia (TBI).  TBI akan mengkoneksikan antara Stadion Madya Sempaja dengan Convention Hall menjadi inter-connected mall convention dan hotel. "Kami bersyukur jika ada investor atau pengusaha yang siap mengelola dua aset ini. Karena, kami yakin dua aset ini mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan mampu menjadi obyek wisata serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kaltim, khususnya Samarinda," kata Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak ketika memimpin rapat penataan dan pengelolaan Convention Hall Samarinda dan Stadion Madya Sempaja di Ruang Heart of Borneo Kantor Gubernur Kaltim, Senin (19/2).

 

Gubernur Awang Faroek Ishak ketika menerima Komisaris PT TBI asal Balikpapan Heruansyah Noor meyakinkan Pemprov Kaltim siap memberikan izin prinsip dalam mendukung program pembangunan ini. Karena itu, PT TBI diharapkan dapat merencanakan dan membangun kelengkapan Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda dan Convention Hall Samarinda. Setelah itu baru Pemprov Kaltim siap mendukung dan menerima. "Kita akan lihat kemampuan PT TBI ini. Berapa investasi mereka untuk pembangunan tersebut. Tentunya, mereka harus profesional dan berpengalaman," jelasnya.

 

Kepala Biro Umum Setprov Kaltim S Adiyat mengatakan, pembangunan yang rencana di bangun PT Timur Borneo Indonesia akan menggandeng PT Pakuwon Jati. Pakuwon merupakan perusahaan yang sudah berpengalaman membangun property. Contohnya, Pakuwon memiliki lima proyek lain yang sedang dalam tahap pengerjaan yaitu Tower Amore, tiga proyek perumahan dan pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza 6 Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Awang Faroek Ishak didampingi Kepala BPKAD H Fatul Halim, Kepala Biro Ekonomi Setprov Kaltim H Nazrin, Kepala Biro Umum Setprov Kaltim H S Adiyat dan Juru Bicara Gubernur Kaltim Hendro Prasetyio. (jay/sul/humasprov)

Berita Terkait