Kalimantan Timur
Teater Merah Putih Membius Sangasanga

Foto Netilyawati / Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Kalimantan Timur

SANGASANGA - Sebagian besar tamu undangan menyeka air mata. Apa gerangan yang terjadi, sehingga sebagian besar tamu undangan bersimbah air mata? Ternyata mereka terbius dengan   penampilan kolosal Teater Merah Putih yang menceritakan peristiwa perjuangan Merah Putih di Muara Sangasanga 27 Januari 1947. 

Teater yang didukung oleh pelajar SMA hingga SD Sangasanga itu menampilkan seni teater yang apik dan menarik, bahkan sanggup menguras emosi penontonnya.  

Di antara penonton yang berdiri sambil bertepuk tangan, terdapat Bupati Kukar Edi Damansyah yang juga bertindak sebagai Irup upacara dan Plt Asisten I Setda Provinsi Kaltim Deni Sutrisno yang berada pada sisi depan podium. 

Gemuruh tepuk tangan pun hadir dari arah masyarakat Sangasanga yang turut berdatangan ke tempat acara. 

"Saya selalu menyempatkan datang untuk menonton dan pertunjukannya sangat bagus," ujar Tarmiji (54 tahun) salah seorang warga yang ditemui usai acara.  

Ia terlihat sangat antusias berada di sisi lapangan upacara, mengikuti jalannya upacara hingga berakhir.

"Ayah saya almarhum Bustani Aji Ibak, juga saksi peristiwa merah putih dan ayah menceritakannya pada anak-anaknya," tambah Tarmiji. 

Pertunjukan berjudul "Hari Mantu" - nama sandi yang dipergunakan untuk mengalihkan perhatian Belanda dalam merebut tangsi KNIL itu, membuat tamu undangan dan warga masyarakat yang hadir, terkesan. 

"Sampai bertemu lagi pada upacara peringatan Merah Putih Sangasanga tahun depan." Tutup pembawa acara. (in/ayu/sul/adpimprov kaltim)

Berita Terkait