Tenaga P3K Harus Profesional

 

Tenaga P3K Harus Profesional

 

SAMARINDA - Tenaga kontrak atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) wajib menjaga etika dan mengembangkan kualitas kepribadian, sehingga tugas yang dilakukan semakin berkualitas dan profesional.

Demikian harapan Gubernur Awang Faroek Ishak dalam sambutan tertulis yang disampaikan Asisten Administrasi dan Umum Sekprov Kaltim Meiliana pada penjelasan perjanjian kontrak kerja 2015, pelatihan etika pelayanan dan keprotokolan tenaga kontrak Biro Umum Setprov Kaltim.

Sesuai dengan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), personel kepegawaian di suatu instansi pemerintah diperbolehkan merekrut tenaga kontrak yang kemudian disebut Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan.

“Berdasarkan UU ASN, pemerintah daerah tidak diperbolehkan lagi memperkerjakan honorer. Tenaga P3K ini direkrut sesuai dengan kebutuhan karena itu perekrutannya tidak bisa sembarangan melainkan berdasarkan tes dan SK-nya berlaku selama satu tahun,” kata Gubernur.

Gubernur juga berpesan kepada para tenaga kontrak yang mendapat kesempatan bekerja di lingkungan Pemprov Kaltim agar bekerja dengan kinerja yang baik, bersungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.

Sementara itu Kepala Bagian Administrasi Umum Biro Umum Haidar Fahmi menyebutkan kegiatan pelatihan etika pelayanan dan keprotokolan dilaksanakan satu hari diikuti 78 tenaga kontrak Biro Umum Setdaprov Kaltim.

“Materi pelatihan, meliputi etika pelayanan dan keprotokolan sangat penting dalam upaya meningkatkan pelayanan dan mempermudah hubungan komunikasi pegawai Biro Umum dengan tenaga kontrak,” ujar Haidar Fahmi.

Peserta merupakan tenaga P3K yang akan ditempatkan di Pendopo Lamin Etam dan rumah jabatan Gubernur dan wakil Gubernur, Wisma Ruhui Rahayu di Samarinda, mess pemprov serta VIP room Bandara dan guest house di Balikpapan. (yans/sul/es/hmsprov).

Berita Terkait