Tenaga Penyuluh Pertanian Masih Kurang

SAMARINDA - Keberadaan tenaga penyuluh sangat penting dalam upaya mendukung mewujudkan ketahananan pangan di Kaltim, khususnya bagaimana dalam menyediakan pangan yang berbasis kepada kemandirian.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh  Pemprov Kaltim  Ir Fuad Assadin menjelaskan, persoalannya tenaga penyuluh pertanian  sering dilupakan, padahal meraka adalah ujung tombak dilapangan  yang penting, karena memiliki tiga fungsi yaitu sebagai fasilitator, mediator dan fungsi sebagai pemberdayaan masyarakat.    

" Untuk  menanggulangi tenaga  penyuluh di kabupaten/kota yang memang masih kekurangan tenaga penyuluh, maka dilakukan perekrutan tenaga baru yang tentunya masih memerlukan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang memag harus dimiliki oleh seorang tenaga penyuluh agar bisa melakukan tiga fungsi tadi,"kata Fuad Assadin.

Ditambahkan, penyuluh pertanian itu memiliki katagori yaitu tingkat pemula, tingkat madya dan ahli, yang masih banyak sekarang ini yaitu  tingkat madya ke bawah.

"Sementara penyuluh  tingkat ahli masih sangat sedikit bahkan tidak semua kabupaten/kota memilikinya.  Dan yang benar-benar  bagus itu adalah tenaga penyuluh tingkat madya dan ahli, termasuk yang direkrut sebagai tenaga  honor atau tenaga pembantu," ujarnya.

Tenaga penyuluh  yang banyak adalah tingkat madya ke bawah, yang termasuk yang direkrut tenaga honor atau tenaga pembantu sementara pengetahuan dan kealiannya masih sangat kurang.

"Ini tentunya menjadi perhatian, apabila kita ingin benar-benar untuk mewujudkan kemandirian pangan  bisa dilakukan,"terangnya.

Dikatakan, saat ini jumlah tenaga penyuluh pertanian di Kaltim khususnya untuk penyuluh PNS dan tenaga  harian lepas atau tenaga bantu untuk  kegiatan pertanian, kemudian tenaga penyuluh swadaya yang memang tercatat  dan terdaftar sebagai tenaga penyuluh kurang lebih 650 orang, padahal di Kaltim mempunyai desa sebanyak 1.020  jadi kalau dibandingkan satu desa satu tenaga penyuluh itu artinya Kaltim masih kekurangan separohnya,  dan hal ini tentu menjadi kendala yang secepatnya harus dilakukan solusinya.

"Oleh karena itu  kita  harus untuk menambah tenaga-tenaga baru yang dibutuhkan yang mamang masih memelukan keterampilan-keterampilan, oleh karena itu peran penyulu sangat penting untuk mewujudkan kemandirian pangan di Kaltim,"ujarnya.

Ditambahkan, dalam upaya menangani masalah tenaga penyuluh  di Kaltim kiranya berbagai pihak khususnya yang menangani  masalah penyulu bisa dilakukan solusinya.

" Karena sangat tidak mungkin bagi pemerintah untuk menangani program yang begitu banyak melibatkan masyarakat tanpa adanya pembantu yang secara khusus, disinilah peran penyuluh yang mempunyai tugas sebagai fungsi yaitu sebagai fasilitator, mediator dan fungsi sebagai pemberdayaan masyarakat,"paparnya.(mar/adv) 

Berita Terkait
Government Public Relation