Terbagi dalam Empat Sub Sistem

SAMARINDA - Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaltim, HM Taufik  Fauzi didampingi Kabid. Sumber Daya Alam Dinas PU Kaltim, Rudy MS, menjelaskan, pengendalian banjir di Kota Samarinda melalui dana proyek multiyears contract secara keseluruhan terbagi dalam empat sub sistem.
Pertama, sub sistem Karang Mumus dengan kegiatan utama peningkatan pembangunan pusat-pusat pengendalian banjir dengan alokasi anggaran Rp310,659 miliar. Progres hingga akhir Juli 2013 mencapai 31,68 persen, sedangkan target pada Desember 2013 sekitar 50,35 persen.
Selanjutnya, sub sistem Karang Asam Kecil (pembangunan reservoir pengendali banjir) dengan total anggaran Rp69,790 miliar. Progres hingga Juli mencapai 30,88 persen dan target akhir tahun sekitar 47,85 persen.
Sub sistem Loa Janan dan Rapak Dalam (pengendalian banjir pada daerah tangkapan air dan badan-badan sungai), progres hingga Juli mencapai 31,58 persen dan target akhir tahun sekitar 52,73 persen.  Dan terakhir, sub sistem Karang Asam Besar dan Loa Bakung (peningkatan pembersihan dan pengerukan sungai).
“Progres hingga Juli mencapai 40,48 persen dan target akhir tahun adalah 100 persen. Target ini sangat mungkin kita capai karena tidak ada permasalahan dengan pembebasan lahan. Ini akan terjadi di titik-titik lain, jika kendala pembebasan lahan ini bisa segera diatasi,” tegas Taufik.
Sejak 2009, Pemprov Kaltim telah melakukan berbagai upaya penanganan banjir Samarinda melalui program jangka pendek. Diantaranya kegiatan penyudetan Gang Nibung melalui stimulus APBN dengan alokasi dana Rp5 miliar.  
Bukan hanya itu, juga dibangun Bendungan Pengendali (Bendali) Damanhuri yang pembebasan lahan melalui bantuan keuangan Pemprov kepada Pemkot Samarinda. Sedangkan pembangunan fisik merupakan sharing dana APBD provinsi/bantuan keuangan dan APBD Samarinda.
Tidak cukup sampai di situ, Pemprov melanjutkannya dengan pembangunan Bendali Suryanata. Pembangunan fisik  bendali ini dilakukan melalui alokasi APBN dan APBD provinsi. Selain itu, juga dilakukan perkuatan konstruksi Waduk Benanga melalui dana stimulus APBN 2009. Sementara pada 2010, Pemprov juga telah melakukan revitalisasi folder Vorfo, Air Hitam dan Gang Indra melalui APBD provinsi.
Meski begitu, untuk daerah-daerah yang belum bisa diselesaikan tahun ini, Taufik menegaskan bahwa pekerjaan-pekerjaan fisik untuk penanganan banjir di Samarinda tersebut akan kembali diusulkan dan dilanjutkan pada tahun 2014. Kerjasama yang baik antarpemerintah dengan dukungan masyarakat, diharapkan setidaknya mengurangi permasalahan banjir di ibukota provinsi ini. (sul/hmsprov)

//Foto: REKREASI. Folder Air Hitam Samarinda, selain sebagai penampung air agar tidak terjadi banjir, juga bisa dimanfaatkan warga untuk rekreasi. (dok/humasprov kaltim).


 

Berita Terkait
Government Public Relation