Terima 18 Lulusan STTD Perkeretaapian, Gubernur Perjuangkan Masuk KAB dan Blackspace


 

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak memberikan apresiasi tinggi kepada putra putri asal Kaltim yang berhasil lulus dari studi Diploma III Perkeretaapian Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi. Dari 26 mahasiswa yang kuliah di STTD Bekasi Jurusan Perkeretaapian tahun ini yang lulus sebanyak 18 orang, sedangkan 8 mahasiswa lainnya direncanakan lulus tahun depan.

Awang mengatakan, sesuai tekad Pemprov Kaltim untuk membiayai pendidikan 26 alumni tersebut melalui program biaya Beasiswa Kaltim Cemerlang (BKC) yang pendidikannya dimulai sejak 2013, maka Gubernur Awang Faroek Ishak mengusulkan agar lulusan STTD Bekasi Jurusan Perkeretaapian tersebut dapat diterima bekerja di dua perusahaan kereta api asal Rusia yang telah bekerja sama dengan Pemprov Kaltim.

“Ada dua perusahaan kereta api yang akan membangun rel kereta api di Kaltim, yakni PT Kereta Api Borneo (KAB) dan Blackspace yang keduanya berasal dari Rusia. Saya harapkan mereka yang telah lulus ini dapat bekerja di dua perusahaan tersebut. Pemprov Kaltim siap memperjuangkan mereka agar bekerja di dua perusahaan tersebut,” kata Awang Faroek Ishak usai menerima 18 alumni STTD Bekasi Jurusan Perkeretaapian asal Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (11/10).

Awang menilai, lulusan STTD tersebut adalah hasil dari program BKC yang telah dilaksanakan Pemprov Kaltim. Diharapkan, setelah lulus para mahasiswa tersebut dapat mengabdi untuk daerah, sehingga daerah tidak lagi mendatangkan tenaga dari luar daerah maupun luar negeri.

Karena adanya komitmen yang dilakukan dua perusahaan tersebut, maka Pemprov Kaltim meyakini putra putri asal Kaltim yang lulus dari studi perkeretaapian, baik di Indonesia maupun yang kini menjalankan pendidikan di Rusia dapat bekerja di dua perusahaan tersebut.

“Dua perusahaan asal Rusia tersebut telah berkomitmen untuk memberdayakan tenaga dari Kaltim. Jadi, tenaga para lulusan tersebut sangat dibutuhkan dalam menjalankan program kereta api ini. Selanjutnya, Pemprov Kaltim akan mengkomunikasikan informasi ini kepada dua perusahaan tersebut,” jelasnya.

Perwakilan alumni STTD Perkeretaapian asal Tenggarong David Figia Putera mengaku senang telah menyelesaikan studi di kampus tersebut. Selanjutnya, mereka berharap Pemprov Kaltim dapat memberdayakan ilmu yang telah diterima selama menjalani pendidikan tersebut.

“Kami sangat berterimakasih atas dukungan Pemprov Kaltim. Karena, kami menjalani pendidikan tersebut hingga selesai murni biaya dari pemerintah daerah melalui program BKC,” jelasnya.

David mengaku selama menjalani pendidikan tersebut dididik dengan semi militer, sehingga disiplin dalam menjalankan pendidikan sangat tertib. Mulai dari masuk kuliah hingga makan pun harus disiplin.

“Kami berharap apa yang diinginkan pemerintah daerah agar kami dapat mengabdi ke daerah dapat terwujud,” harapnya. (jay/sul/es/humasprov)  

Berita Terkait