Terima Kasih Buruh, Kaltim Aman

SAMARINDA - Buruh Kaltim memiliki peran dan kontribusi yang sangat besar dalam proses pembangunan terutama dalam menjaga kondusifitas daerah. Buruh Kaltim lebih memilih perundingan damai melalui perwakilan mereka di Dewan Pengupahan Provinsi daripada memaksa melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
            "Kita bersyukur, karena buruh-buruh di Kaltim cerdas, dan tidak mau melakukan demontrasi, tetapi mereka mewakilkan kepada serikat pekerja/buruh yang duduk di Dewan Pengupahan Daerah," kata Awang Faroek Ishak di Kantor Gubernur, Selasa (1/11).

Sikap buruh Kaltim ini patut diapresiasi. Selanjutnya, Gubernur Awang Faroek meminta kepada seluruh serikat pekerja maupun asosiasi pengusaha  untuk selalu melakukan koordinasi baik kepada buruh maupun kepada pemerintah, bila ditemukan permasalahan.

Bukan hanya buruh, Pemprov Kaltim juga selalu terbuka kepada mahasiswa maupun LSM serta siapapun yang ingin menyampaikan aspirasi. Cara dialog akan lebih efektif dan menyejukkan, dibanding jika para pendemo melakukannya di jalan dalam cuana panas. Dialog dan musyawarah akan lebih mudah menemukan solusi.

"Pintu  Pemprov selalu terbuka kepada siapapun yang ingin menyampaikan aspirasi, bukan saja buruh, mahasiswa maupun LSM, Pemprov siap menerima kritikan dari siapapun, asalkan kritikan yang disampaikan untuk pembangunan dan kemajuan Kaltim," tegas Gubernur.

Apresiasi diberikan Gubernur Awang Faroek kepada Dewan Pengupahan Provinsi maupun serikat pekerja dan serikat buruh di Kaltim, karena UMP Kaltim 2017 yang akan berlaku efektif 1 Januari - 31 Desember 2017 akhirnya ditetapkan sebesar Rp2.339.556 tanpa aksi demontransi anarkis.

Penetapan UMP telah mempertimbangkan beberapa hal diantaranya, nilai kebutuhan layak, pertumbuhan ekonomi, produktivitas, keberlangsungan usaha dan peningkatan kesejahteraan pekerja.

"Oleh karena itu,  diharapkan kondusifitas seperti sekarang ini, kiranya bisa dipertahankan dan ditingkatkan, karena kunci keberhasilan pembangunan adalah kondusifitas daerah," kata Awang Faroek. (mar/sul/es/adv)

Berita Terkait