Terkait Konsep Pertumbuhan Ekonomi Hijau Berbasis SDA Terbarukan
Wamen ESDM Puji Gubernur
 
BALIKPAPAN -  Wakil Menteri  Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),  Susilo Siswoutomo memberi pujian atas rencana besar Gubernur Awang Faroek Ishak untuk menyiapkan masa depan Kaltim pasca migas dan tambang batu bara dengan terus mendorong konsep pertumbuhan ekonomi hijau berbasis sumber daya alam terbarukan (renewable resources).  Pujian Wamen Susilo dilontarkan saat menjadi keynote speech   pada Kaltim Summit II 2013, di Balikpapan Selasa (30/7).
Menurut Wamen, langkah yang diupayakan Gubernur Awang Faroek menggandeng seluruh pemangku kepentingan dan pemangku kebijakan di Kaltim dalam rencana ini patut diapresiasi dengan sinergi yang seimbang. 
Gubernur Awang Faroek telah menyiapkan kondisi terburuk bagi daerah ini, meskipun migas dan batu bara belum tentu habis dalam 20 hingga 30 tahun ke depan.  Saya juga mengapresiasi konsep green growth economy  yang ditekadkan Gubernur Awang Faroek. Tekad gubernur ini seharusnya menjadi icon seluruh gubernur di Indonesia,” ujar Wamen Susilo.
Dengan konsep pembangunan ini, Wamen meyakini ke depan tidak akan ada lagi kebijakan-kebijakan pemerintah yang disadari atau tidak disadari memberikan andil bagi kerusakan lingkungan.   “Saya yakin dengan dukungan bupati dan walikota serta seluruh SKPD terkait, komitmen pembangunan ini akan mampu menekan kerusakan lingkungan di Kaltim,” imbuhnya. 
Satu hal yang patut dikagumi lanjut Wamen Susilo adalah kebersamaan yang terus dibangun dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di daerah. Kebersamaan ini menurut dia, merupakan modal penting yang juga akan sangat menentukan sukses tidaknya rencana besar ini.
Kaltim memiliki hampir semua kekayaan sumber daya alam yang terhampar di daratan maupun yang masih tersembunyi di bawah laut. Namun sangat naïf jika besarnya kekayaan sumber daya alam yang dimiliki itu begitu mudah dikuras dan dijual keluar daerah atau keluar negeri tanpa nilai tambah yang berarti.
“Kekayaan alam ini adalah berkah, jangan sampai menjadi musibah. Saya sangat senang hari ini, karena Kaltim telah memberi contoh yang baik untuk Negara tercinta Indonesia. Bagaimana kita bersatu padu, melangkah bersama untuk menentukan masa depan yang lebih baik ke depan,” kata Susilo. 
Dia juga menjelaskan program nasional untuk mengurangi ketergantungan energy terhadap bahan bakar minyak (BBM). Dia juga menjelaskan kebijakan pemerintah  untuk mengurangi subsidi BBM yang harus dipahami oleh masyarakat. 
Pemerintah berusaha keras untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan BBM dengan melakukan konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG), khususnya untuk transportasi dan nelayan. Menyarankan agar tidak lagi dibangun pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dan menggantinya dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau mikrohidro. Upaya lainnya adalah mengganti BBM pada perusahaan pertambangan dan perkebunan dengan biofuel dan biodiesel.   
Terakhir, Wamen juga menawarkan Kaltim untuk mengirimkan putra-putrinya belajar tentang energi, migas, mineral dan batu bara di sejumlah balai latihan yang dimiliki kementerian ini. “Mari kita banjiri dunia, bukan hanya Kaltim dengan sumber daya manusia yang andal yang memiliki kemampuan tinggi di bidang migas, batu bara,minerba dan energi baru terbarukan. Putra putri Kaltim bisa belajar ke sejumlah balai yang kami miliki,” kata Susilo. (timhumas/adv)
 
////Foto : Gubernur Awang Faroek Ishak bersama Walikota Balikpapan H Rizal Effendi, Walikota Tarakan Udin Hianggio dan Walikota Bontang Adi Darma disela-sela Pembukaan Kaltim Summit II tahun 2013.(timhumasprov kaltim)
 
 
Berita Terkait