Terkait Penyediaan Tenaga Ahli Pertanian

Dinas Pertanian Teken MoU Dengan Fakultas Pertanian Unmul


SAMARINDA – Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kaltim menandatangani nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) dengan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, terkait program penyediaan sarjana pertanian sebagai tenaga ahli.
"Tujuan utama kerjasama ini  adalah dalam  upaya  membantu  percepatan swasembada beras dan kecukupan pangan di Kaltim," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim, H Ibrahim usai Pelepasan Lulusan Program Sarjana dan Pascasarjana Fakultas Pertanian Unmul, Selasa (26/3) .
Kerjasama ini berlaku lima tahun yang merupakan  penjabaran dari kesepakatan yang pernah ditandatangani Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak dan Rektor Universitas Mulawarman  Zamruddin Rasyid beberapa waktu lalu.
Selain upaya percepatan swasembada beras dan komoditas pangan lain, juga diharapkan terjadi percepatan untuk pengembangan produk-produk  hortikultura, yaitu sayuran, buah, obat herbal  dan tanaman berbunga lainnya.
Dijelaskan, kalangan akademisi merupakan tempat bagi penciptaan tenaga-tenaga ahli pertanian. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kaltim dan petani memerlukan pendampingan dan masukan-masukan dari sisi akademisi dan keilmuan.
“Kita harapkan semua bentuk kerjasama ini untuk meningkatkan kualitas produk pangan kita,  baik melalui  perluasan areal maupun intensifikasi lahan pertanian. Dengan begitu tujuan akhirnya adalah kesejahteraan rumah tangga petani,” jelasnya.
Apalagi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim sedang mengkaji  konsep KUAT (Kawasan Usaha Agrobisnis Terpadu), yaitu konsep penggabungan atau diversifikasi tanaman yang sesuai antara satu dengan tanaman lain.
Dengan konsep KUAT, petani tidak hanya menanam padi tetapi dapat juga mengintegrasikan dengan tanaman lain yang apabila ditinjau dari sisi akademis, dapat menghasilkan produk pangan yang berkualitas dan berhasil.
“Selain dukungan konsep KUAT, kita harus melibatkan akademisi, pelaku bisnis dan pemerintah, dengan mengembangkan komoditas yang bernilai ekonomis tinggi untuk peningkatan produksi dan pendapatan petani," ujarnya.(yul/hmsprov).
 

Berita Terkait