Kalimantan Timur
Terkesan Linggang Melapeh

Foto:fathur/humaskaltim

LINGGANG BIGUNG - Kepala Bagian Kehumasan Setda Provinsi Kaltim Andik Riyanto mengaku kagum dengan penyambutan warga Kampung Linggang Melapeh terhadap rombongan wartawan dalam kunjungan jurnalistik di Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

 

Keramahtamahan warga Linggang Melapeh ini menurut Andik, pantas untuk terus dipromosikan oleh wartawan dan media massa, selain komitmen kuat mereka untuk hidup nyaman berdampingan dengan hutan (sejahtera dan mandiri)  tanpa merusak hutan.

 

"Yang sangat kami terkesan dari Kampung Linggang Melapeh ini, semua masyarakatnya welcome. Kami disambut dengan sangat baik," kata Andik Riyanto saat pertemuan di Lamin Luuq Melapeh, Sabtu (12/12/2020).

 

Para wartawan dan Tim Liputan Biro Humas diterima oleh Petinggi Kampung Linggang Melapeh, Musiman, ada pula perwakilan Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), tokoh adat, tokoh pemuda bahkan perwakilan kelompok tani setempat.

 

Seluruh rombongan yang berjumlah 12 orang  juga menerima gelang tangan berbahan rotan yang dianyam oleh para muda-mudi setempat. Wartawan juga menerima masker khusus dengan tampilan ukiran motif Dayak yang sangat menarik.

 

Petinggi Kampung Linggang Melapeh, Musiman menegaskan, pihaknya memang sangat terbuka dengan para tamu yang datang. 

 

Apalagi, kunjungan kali ini diprakarsai oleh Biro Humas Setda Provinsi Kaltim dalam program peningkatan kesadartahuan publik untuk menjaga hutan, kerja bareng FCPF-Carbon Fund.

 

"Dalam keadaan apapun kami siap menerima tamu yang datang ke Linggang Melapeh. Apalagi dari Biro Humas Provinsi Kalimantan Timur. Suatu kehormatan bagi kami," puji Musiman yang setia mendampingi kunjungan para wartawan ke sejumlah lokasi di sekitar hutan Linggang Melapeh.

 

Kampung ini sudah meneguhkan komitmen mereka untuk menjadi wilayah yang mandiri dengan memanfaatkan segala potensi yang ada di sekitar hutan, tanpa merusak hutan.

 

Kawasan hutan yang mereka lindungi seluas 90 hektar di sekitar Gunung Eno yang menjadi pelindung lima mata air, sumber kehidupan masyarakat setempat. 

 

Selain memiliki 17 jantur (air terjun), Kampung Linggang Melapeh juga menyimpan wisata alam sangat menarik berupa Danau Acco di atas bukit yang berada di ketinggian 415 meter di atas permukaan laut dikelilingi pohon-pohon hutan yang rimbun dan asri.

 

"Infrastruktur jalan di sini juga sangat mendukung. Mulus sampai lokasi, tempat wisata," kata Dzulfikar, salah seorang wartawan media online yang menjadi bagian kunjungan jurnalistik kali ini. (sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait