Terus Penuhi Kebutuhan Tenaga Asesor di Kaltim

 9 Calon Tenaga Asesor Ikuti Diklat di Dispsiad

BANDUNG–Sebanyak sembilan calon asesor yang disaring oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dari sejumlah SKPD lingkup Pemprov Kaltim mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Asesor yang diselenggarakan Dinas Psikologi Angkatan Darat (Dispsiad) di Hotel Serela, Bandung pada 1-5 Desember 2014.

Asisten Administrasi Umum Setprov Kaltim Dr Meiliana mengapresiasi upaya BKD Kaltim dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga asesor di lingkungan Pemprov Kaltim. Karena, memang selama ini permintaan untuk tenaga asesor baik dari kabupaten/kota ataupun jajaran Polda Kaltim dan Korem 091/ASN terus berdatangan.

“Sudah banyak instansi daerah maupun dari jajaran kepolisian yang menelpon saya dan meminta tenaga asesor, namun karena memang jumlah tenaga asesor masih kurang maka kita tidak bisa memenuhinya. Dan dengan upaya yang dilakukan BKD ini, saya harap tenaga asesor kita semakin bertambah, yang tidak hanya difungsikan untuk Gedung Assessment Centre saja, melainkan bisa melakukan pendampingan di instansi lainnya,” ujar Meiliana saat menemui peserta Diklat Asesor dari Pemprov Kaltim di Bandung, Rabu (3/12).

Yang menarik, sebut dia, calon tenaga asesor kali ini berusia muda dan fresh graduate, sehingga karir mereka masih panjang untuk menjadi asesor andal dan menjadi ujung tombak dalam melakukan percepatan pengembangan sumber daya manusia (SDM) aparatur di lingkungan Pemprov Kaltim, kabupaten/kota maupun jajaran TNI/Polri di wilayah Kaltim.

“Kita harapkan yang muda-muda ini bisa lulus dan menjadi yang terbaik dalam diklat ini. Sehingga dengan jenjang karir yang panjang dapat menjadi aset Pemprov dalam bidang aparatur. Dan pada 2015, saya ingin ini dilanjutkan dengan mengirim minimal 10 orang lagi untuk dididik menjadi asesor. Minimal kita punya 30 orang asesor,” sebutnya.

Kepala BKD Kaltim HM Yadi Robyan Noor menjelaskan saat ini Kaltim memiliki enam tenaga asesor yang juga telah menjalani diklat dari Dispsiad. Namun, karena diantara mereka ada yang pejabat struktural maka porsi pekerjaannya dan tanggung jawab jabatan membuat mereka tidak bisa menjalankan tugas sebagai asesor sepenuhnya.

Dengan adanya sembilan orang calon tenaga asesor yang masih muda ini, pria yang akrab disapa Roby ini berharap kebutuhan minimal 12 asesor untuk keperluan menangani pengukuran kompetensi di Gedung Assessment Centre Kaltim dapat terpenuhi pada awal 2015. Meskipun tenaga asesor yang baru masih dalam pendampingan, untuk menambah jam terbang mereka.

“Kita pilih yang muda karena pekerjaan tidak sebanyak pejabat struktural. Apalagi sekarang dan kedepan pembinaan untuk tenaga asesor lebih mengarah pada profesional dan fokus untuk jabatan fungsional tertentu. Jadi, nantinya tidak ada tenaga asesor yang memegang jabatan struktural, sehingga dapat lebih fokus,” jelas Roby.

Sementara itu, terkait dengan asesor terdahulu yang saat ini memiliki jabatan struktural, Roby mengatakan mereka tetap dipakai sebagai katalog atau storage, khususnya untuk melakukan fit and proper test bagi calon-calon pejabat di lingkungan Pemprov Kaltim.

Yang jelas, lanjut Roby, untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM aparatur di lingkungan Pemprov Kaltim diperlukan komitmen dan konsistensi dari jajaran kepegawaian, baik dari BKD Kaltim maupun instansi lainnya, sehingga keinginan Gubernur Awang Faroek Ishak untuk mewujudkan percepatan reformasi birokrasi melalui peningkatan kapasitas SDM aparatur dapat tercapai.

“Tidak semudah membalik telapak tangan, harus fokus dan intens. Dan kita akan berusaha terus untuk mewujudkannya,” pungkas Roby.

Adapun, kesembilan calon asesor tersebut, yaitu Andry Prayugo, Reza Hendranusa, Reza Febrianto, M Rum Isnaini, Agung Wicaksono, Sarifah Ariwijayanti, M Ikhwan Cahyadi, Anita Rhogifq Marfitalia dan Isna Galuh Handayani. (her/sul/hmsprov)

Berita Terkait