Tetap Dibangun Namun Perlu Kajian Mendalam

 Presentasi Pembangunan Jembatan PPU-Balikpapan

JAKARTA–Pembangunan Jembatan Penajam Paser Utara – Balikpapan disepakati akan tetap dibangun walaupun harus melalui kajian lebih mendalam yang wajib dilakukan pihak konsultan dalam hal ini PT Waskita, salah satu BUMN.

Hal ini terungkap pada  presentasi pihak konsultan tentang pembangunan jembatan yang menghubungkan dua daerah di Kaltim di Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan di Jakarta, Rabu (1/12).

Dalam pertemuan yang dihadiri seluruh stakeholders (pemangku kepentingan)  baik di tingkat daerah (Pemprov Kaltim, Kabupaten PPU dan Kota Balikpapan) maupun pusat (jajaran Kementerian Perhubungan) terungkap masih perlu dilakukan kajian lebih mendalam.

Menurut Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP, pembangunan jembatan yang menghubungkan Kota Balikpapan dengan Kabupaten PPU ini sangat penting serta strategis terutama untuk mendukung percepatan kemajuan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Jembatan ini dipatok mampu bertahan hingga seratus tahun dan diharapkan mampu memberikan imbas yang besar bagi kemajuan dan pertumbuhan ekonomi Kaltim. Karena itu perlu kajian yang lebih  mendalam sebelum pembangunan itu benar-benar diwujudkan,” katanya.

Mukmin mengakui semua pihak yang hadir sepakat untuk mendukung keinginan dua pemerintah daerah untuk membangun jembatan menyeberangi Teluk Balikapapn.

Perlu diketahui lanjut Mukmin, kemajuan teknologi kemaritiman meningkat pesat khususnya pembangunan kapal-kapal yang besar dengan tonase tinggi serta kondisi alam yang  mengalami perubahan hendaknya menjadi dasar pertimbangan dalam proses pembangunan jembatan itu.

Misalnya, ketinggian jembatan saat pasang surut air laut serta lebar bentang bangun jembatan jangan sampai menghalangi pelayaran atau transportasi laut termasuk transportasi udara maupun darat.

Selain itu, saat ini telah dibangun kawasan industri (Kawasan Ekonomi Khusus) Kawasan Industri Karingau tentunya memerlukan dukungan kawasan yang terbuka untuk alur pelayaran kapal-kapal besar dari pelayaran internasional.

Termasuk upaya Pemprov Kaltim untuk membangun serta mengembangkan bandara internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan khususnya perpanjangan landasan pacu yang akan ditambah sekitar 750 meter lagi.

“Saya rasa semua pihak mendukung baik Pemprov Kaltim maupun kabupaten dan kota serta pihak swasta yang melakukan kegiatan pada alur laut Teluk Balikpapan. Sebab, komitmen kita membangun untuk memajukan daerah dan menyejahterakan rakyat,” ungkap Mukmin Faisyal.

Sementara itu, Kepala Badan Litbang Kementerian Perhubungan Elly Adriani Sinaga mengemukakan niat pemerintah daerah untuk membangun jembatan PPU-Balikpapan sangat baik dan perlu didukung karena menyangkut hajat orang banyak.

“Pertemuan kita hari ini (dua hari lalu) sepakat dan mendukung bahkan setuju untuk pembangunan  jembatan PPU-Balikpapan. Namun hendaknya tetap berpatokan pada aturan yang dibuat agar pemanfaatannya lebih optimal,” ujar Elly Adriani Sinaga.

Selain itu, tegas Elly keberadaan jembatan itu tidak mengganggu aktivitas sektor lainnya yang juga menggunakan alur laut Teluk Balikpapan, baik transportasi darat, laut maupun udara yang saat ini di Kaltim khususnya Balikpapan terus berkembang.

“Sesuai keinginan Presiden Jokowi (Joko Widodo) pembangunan yang dilakukan saat ini tidak mematikan kegiatan usaha yang sudah berjalan. Karenanya, pembangunan jembatan ini tetap memperhatikan kaidah-kaidah tata transportasi juga memberikan imbas kesejahteraan bagi masyarakat,” harap Elly Adriani Sinaga.

Dia memberikan waktu 14 hari kepada pihak konsultan (PT Waskita Karya) dan Pemkab PPU  untuk melengkapi hasil kajian dan didukung beberapa persyaratan administrasi guna memperoleh persetujuan Menteri Perhubungan.

Rapat presentasi dihadiri Asisten Ekonomi Pembangunan Setprov Kaltim HM Sa’bani dan Bupati PPU Yusran Aspar serta Kepala Dinas PU Kaltim Taufik Fauzi dan anggota Komisi X DPRD Kaltim Masykur Sarmian dan Agus Suwandi.

Sedangkan jajaran Kementerian Perhubungan tampak hadir Kepala Pusat Litbang Perhubungan darat, Kepala Puslitbang Perhubungan Udara serta Kepala Puslitbang Perhubungan Laut, Navigasi Pelindo IV, KSOP  Balikpapan dan INSA Kaltim (organisasi perusahaan pelayaran). (yans/sul/hmsprov) 

//Foto: DIDUKUNG. Wagub Kaltim HM MUukmin Faisyal dan Kepala Badan Litbang Kementerian Perhubungan Elly Adriani Sinaga. (masdiansyah/humasprov kaltim).

 

 

Berita Terkait