Kalimantan Timur
Tidak Ada Penambahan Positif, Covid-19 tapi Tetap Waspada

Dok.humaskaltim

SAMARINDA - Perkembangan terakhir Covid-19 di Kaltim per Kamis 7 Mei 2020, untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 8.574 kasus, terdiri dari 7.723 kasus selesai pemantauan dan 851 kasus masih dalam proses pemantauan. Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) jumlahnya 636 kasus Dengan rincian terkonfirmasi negatif 237 kasus, terkonfirmasi positif 182 kasus (tidak ada penambahan) dan masih menunggu hasil tes laboratorium 216 kasus, sembuh 13 kasus dan meninggal 2 kasus. 

"Tetap waspada dan hati-hati, selalu patuhi dan laksanakan anjuran pemerintah. Tetap berada di rumah, laksanakan pola hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi, selalu mencuci air dengan sabun dan air mengalir. Jaga diri dan jaga sesama," pesan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim Andi M Ishak, Kamis (7/5).

Dia juga mengungkapkan, dari pelaksanaan rapid test. Setidaknya ada empat hasil yang didapat yakni reaktif (positif) sebenarnya yang akan sama hasilnya dengan pengujian swab. Kedua, reaktif (positif) palsu kemungkinan akan berlawanan hasilnya ketika uji swab. Ketiga, tidak reaktif (negatif) sebenarnya, sama hasilnya dengan swab test. Keempat adalah tidak reaktif (negatif) palsu, yang hasilnya berlawanan dengan swab test.

"Kita harus berhati-hati menyikapi hasil dari rapid test ini, karena memang bisa menyebabkan berhentinya pelayanan kesehatan apabila hasil rapid test reaktif (positif). Untuk itu, kita harus memiliki pemahaman yang baik terhadap Covid-19, yang akan berdampak cukup besar terhadap pelayanan kesehatan," ujar Andi Ishak, Kamis (7/5/2020).

Sebagai contoh, beberapa tenaga kesehatan yang telah dilakukan rapid test sebelumnya, seperti di Puskesmas Long Ikis setelah dilakukan rapid test ulang ternyata hasil tes tidak reaktif (negatif). Sama halnya Puskesmas Long Kali. Kemudian tenaga kesehatan di RSUD AW Sjahranie dan RS Taman Husada Bontang, hasilnya juga tidak reaktif.

"Menandakan bahwa hasil rapid test ini bisa benar-benar dipahami, bukan untuk mendiagnosa positif atau negatif, tetapi untuk screening yang akan ditindaklanjuti dengan hasil swab test dari laboratorium. Keabsahan penggunaan alat rapid test untuk screening yang beredar di Kaltim ada banyak jenis (merk) dan semua sudah mendapatkan rekomendasi dari BNPB," jelasnya.

Andi Ishak menambahkan untuk bantuan dari Pusat kepada Kaltim, hingga saat ini ada 5 (lima) jenis alat kesehatan berupa APD (Alat Pelindung Diri) sebanyak 90 set, masker medis/bedah (6.730 pcs), cover all (38.900 pcs), masker N95 (340 pcs) dan alat rapid test (7.200 pcs).

"Peralatan dan perlengkapan kesehatan tersebut sebagian besar sudah didistribusikan kepada kabupaten/kota melalui Dinas Kesehatan masing-masing daerah, untuk didistribusikan ke rumah sakit rujukan dan fasilitas kesehatan untuk dimanfaatkan dalam penanganan Covid-19," ujarnya. (her/ri/humasprovkaltim)

Berita Terkait