Tidak Ada Tempat Bagi Penentang Pancasila

Gubernur Awang Faroek bersama tokoh masyarakat Kaltim. Tidak ada tempat bagi penentang Pancasila. (seno/humasprov kaltim)

 

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan organisasi  masyarakat (Ormas) yang menentang dasar negara Pancasila akan dibubarkan. "Tidak ada tempat untuk Ormas yang menentang Pancasila. Oleh karena itu akan dibubarkan berdasarkan hukum yang berlaku, "tegas Awang Faroek Ishak saat peresmian Gedung Sekretariat Bersama Forum Kebangsaan Kaltim yang berada di Jalan Ki Hajar Dewantara Kelurahan Gunung Kelua Samarinda, Minggu (30/7) lalu.

 

Ormas yang akan dibubarkan, lanjut Awang Faroek adalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Ormas ini bertentangan dengan Pancasila dan dinilai mengancam eksistensi bangsa dan menimbulkan banyak konflik. Hal ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Masyarakat (Ormas). Perppu tersebut ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 10 Juli 2017. "Pemerintah pusat telah membubarkan ormas HTI. Di Kaltim juga  harus dibubarkan. Tidak ada diskusi untuk itu dan tidak ada demo, karena kita sudah final," tegas Awang Faroek.

 

Dikatakan, pada era reformasi sekarang ini pemahaman nilai-nilai Pancasila seolah-olah diserahkan kepada mekanisme pasar bebas dimana setiap orang, kelompok dan golongan bebas merdeka menafsirkan makna yang terkandung dalam sila-sila Pancasila menurut selera dan kepentingan masing-masing. "Padahal Pancasila sebagai ideologi dinamis memang dapat berkembang mengikuti konteks jamannya, akan tetapi falsafah dasarnya bersifat tetap menurut para pendiri negara," tegas Awang.

 

Menurutnya, Pancasila yang didalamnya mengandung unsur-unsur keislaman dan nasionalisme, laksana dua rel kereta api. Jika keduanya berdampingan dengan kokoh akan dapat mengantarkan NKRI dengan segenap rakyatnya yang majemuk menuju Indonesia maju yang sejahtera. "Jika dipisahkan satu sama lain maka akan muncul adu domba yang mengakibatkan hancurnya negara Indonesia dan terjadinya penderitaan bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Awang Faroek. (mar/sul/humasprov)

Berita Terkait