Tidak Boleh Ada Lagi Kawasan Terisolir

Awang Faroek Ishak

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menargetkan tidak ada lagi desa maupun kecamatan di kabupaten yang terisolir. Saat ini, setelah pemekaran Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Kaltim masih memiliki 10 kabupaten dan kota. Bahkan dari beberapa daerah tersebut ujarnya, ternyata masih ada kawasan terpencil, terluar serta pedalaman dan perbatasan.

Karenanya, pemprov sejak awal kepemimpinannya telah menetapkan program-program prioritas pembangunan daerah secara berkelanjutan. “Tidak boleh ada lagi kabupaten dan kota yang memiliki kecamatan di pedalaman, perbatasan dan daerah terpencil terisolir. Kita programkan semuanya harus tuntas,” katanya, Selasa (26/6).

Awang menegaskan program prioritas seperti pembangunan infrastruktur baik jalan, jembatan, air bersih, listrik, pendidikan dan kesehatan maupun sektor lainnya harus merata. Dirinya telah menyampaikan berbagai program prioritas Kaltim kepada presiden dan secara tegas Joko Widodo (Presiden Jokowi) menyatakan dukungannya.

Utamanya program pembangunan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di kawasan pedalaman, daerah terpencil, pedalaman dan perbatasan. “Saya minta kepala daerah mendukung program-program pembangunan yang telah kita tetapkan agar seluruh masyarakat merasakan keadilan dan pemerataan pembangunan,” jelasnya.

Misalnya, membuka keterisolasian daerah melalui program pembangunan jalan poros dari Kalimantan Barat hingga Kaltim. Diantaranya, jalan poros dan akses ke pedalaman, terpencil hingga perbatasan seperti  Tering (Kutai Barat) ke Ujoh Bilang dan Long Bagun (Mahakam Ulu) sepanjang 143 kilometer.

Pembangunan jalan Long Bagun-Long Pahangai (Datah Dawai) ke Tiong Ohang-Long Apari (batas negara) sepanjang 283,5 Km. Pembangunan Jembatan Sungai Ratah pada ruas jalan Tering (Kutai Barat) ke Long Bagun (Mahulu) sepanjang 160 meter. “Saya berharap siapapun gubernur terpilih bisa terus melanjutkan pembangunan daerah untuk kesejahteraan rakyat dan kemajuan daerah,” harap Awang Faroek. (yans/sul/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation