Tingginya Angka Pengangguran Akibat Mirgasi

Masalah Ketenagakerjaan di Kaltim


SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kaltim selalu dihadapkan dengan permasalahan sosial,  diantaranya adalah tingginya angka pengangguran sebagai akibat  masuknya sejumlah pendatang dari daerah lain yang  ingin mengadu nasib di daerah ini, ditambah dengan Pertumbuhan Penduduk Usia Kerja ( PUK ) dari usia 14 tahun ke 15 tahun keatas yang menjadi angkatan kerja lokal.
Demikian ditegaskan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kaltim H Ichwansyah didampingi Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja H.S. Abdullah, di Samarinda, Senin (25/3).
Sejumlah pendatang dari luar Kaltim yang mencari pekerjaan,  ternyata tidak disertai dengan keahlian yang dibutuhkan prasarat kerja, sehingga menjadi pengangguran di Kaltim.  
“Inilah diantaranya salah satu penyebab sulitnya untuk menekan angka pengangguran di Kaltim,” tegasnya.
Dijelaskan,  pada 2008 telah jumlah angkatan kerja  tercatat 1.416.963 orang, yang telah bekerja 1.259.587 orang dan pencari kerja mencapai 97.398  orang. Sementara itu, jumlah pengangguran  157.376  orang, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka ( TPT )  11,11  persen dan kesempatan kerja  1.259.587  orang.
Dengan kondisi itu, Pemprov Kaltim mengambil kebijakan dengan menetapkan target kinerja sebagaimana telah teruang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) Kaltim 2009-2013, yaitu pertumbuhan ekonomi menjadi 4  persen, tingkat penganguran 7,42 persen dan tingkat kemiskinan 7 persen.
Dengan berpedoman pada garis kebijaksanaan pembangunan ketenagakerjaan nasional, telah menetapkan lima kebijakan, yaitu penciptaan lapangan kerja,  perluasan kesempatan kerja, peningkatan kualitas tenaga kerja, perlindungan terhadap kelembagaan tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan sektoral.
“Dengan  ditetapkannya  kebijakan tersebut, disusun rencana pembangunan ketenagakerjaan daerah sebagai acuan membuat rencana tenaga kerja daerah sesuai dengan pasar kerja,” ujar Ichwansyah.(yul/hmsprov)

////Foto : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak meninjau kegiatan Job Market Fair tahun lalu. Upaya ini dilakukan untuk mempertemukan pencari kerja dan pengguna jasa sehingga mampu mengurangi angka pengangguran.(dok/humasprov kaltim)  


 

Berita Terkait