Tingginya Antusias Masyarakat Sebagi Bukti Keberhasilan Pembangunan

Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim 2013-2018

SAMARINDA – H Awang Faroek Ishak dan HM Mukmin Faisyal resmi dilantik oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) H Gamawan Fauzi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim periode 2013-2018. Pelantikan dilaksanakan di Gedung Olahraga Serbaguna Stadion Palaran Samarinda, Selasa (17/12), yang dihadiri sekitar 5.000 orang undangan dari berbagai daerah dan masyarakat Kaltim.  
Mendagri Gamawan Fauzi menilai pelaksanaan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim berlangsung dengan baik, khidmat dan lancar. Selain itu, Gamawan mengungkapkan kegembiraan atas antusiasme masyarakat untuk menghadiri pelantikan tersebut.
“Antusias masyarakat terlihat sangat jelas. Mungkin ini akibat dari keberhasilan pembangunan yang terjadi lima tahun terakhir. Suasananya sangat kondusif, karena Kaltim punya tradisi bagus. Kaltim ini aman, tenteram dan damai. Benua etam itu kan artinya bagaimana menata keragaman ini dengan harmonis,” ungkap Gamawan usai pelantikan.
Gamawan mengatakan selama lima tahun terakhir di bawah kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak dan Wakil Gubernur Farid Wadjdy (2008-2013), Kaltim berhasil melaksanakan program pembangunan di berbagai bidang. Dari beberapa indikator yang bisa dilihat, Kaltim mengalami kemajuan signifikan.
Salah satunya, adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 2007-2012. Pada 2007 IPM Kaltim 73,30. Sedangkan pada 2012 meningkat signifikan menjadi 76,22 sehingga menempatkan Kaltim pada peringkat lima nasional. Capaian tersebut jauh berada diatas rata-rata nasional.
Demikian halnya bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pengelolaan keuangan negara, akuntabilitas kinerja pemerintahan dan keterbukaan informasi publik (KIP). Keberhasilan sejumlah bidang tersebut, lanjut dia, merupakan hasil kerja keras pemimpin Kaltim bersama seluruh jajaran selama lima tahun terakhir.
“Pekerjaan rumah lima tahun kedepan bagi Gubernur Awang Faroek Ishak dan Wagub Mukmin Faisyal adalah melakukan pemerataan pembangunan. Usaha-usaha kecil harus dikembangkan, sehingga kemajuan dapat tercapai bersama-sama. Pengurangan kemiskinan, pembukaan lapangan kerja dan yang terpenting Kaltim Green terus dilanjutkan,’ jelasnya.
Ditambahkan, Kaltim kedepan sudah harus tidak bergantung pada sumber daya alam tak terbarukan. Karena bahan tambang (minyak bumi, gas, batu bara dan lainnya) semakin lama semakin berkurang, bahkan pada suatu saat akan habis. Untuk itu mulai dari sekarang sudah harus dirintis.
Salah satunya adalah kelapa sawit. Saat ini luas penanaman sawit di Kaltim sudah mencapai 1,3 juta hektare dan targetnya bisa mencapai 2,4 juta hektare. Karena itu, pengembangan klaster industri oleochemical sangat penting.
Kemudian downstreamnya juga akan terus dilanjutkan, jika bisa tidak hanya dalam bentuk CPO (crude palm oil) tetapi juga minyak makan dan kebutuhan lainnya yang memiliki nilai manfaat besar bagi masyarakat.
Gamawan mengimbau baik kepada Gubernur dan Wagub beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kaltim, Bupati/Walikota se Kaltim agar terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi untuk terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang semakin baik dan bersih.
“Terus manfaatkan keberadaan BPKP. Silahkan bertanya jika masih ada hal yang meragukan. Ini penting untuk memastikan agar pengambilan kebijakan tidak berbenturan dengan hukum dan tidak merugikan masyarakat. Tingkatkan koordinasi dengan seluruh unsur pimpinan daerah. Bagi bupati/walikota, harus ikut memberikan partisipasi aktif dan dukungan terhadap program maupun kebijakan Gubernur,” imbaunya.
Sementara itu, Gubernur Kaltim terpilih periode 2013-2018 Dr H Awang Faroek Ishak mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan pelaksanaan pesta demokrasi Pemilukada Gubernur dan Wagub Kaltim periode 2013-2018. Selain itu, tidak lupa Awang Faroek menyampaikan rasa terima kasih kepada rakyat Kaltim yang telah memberikan amanah kepada dirinya untuk melanjutkan kepemimpinan lima tahun kedepan.
“Kita bertekad Kaltim kedepan harus lebih baik. Persoalan mendasar seperti masalah kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, pembangunan daerah tertinggal, perbatasan dan pedalaman serta hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat akan terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut dia Kaltim juga akan melaksanakan berbagai program dalam rangka ikut berkontribusi dalam program kemandirian pangan nasional. Saat ini Kaltim sudah memiliki lahan yang cukup luas (lebih dari 470 ribu hektare), untuk program rice estate, jagung, kedelai dan singkong serta peternakan sapi.
Prioritas pembangunan ke depan, Awang Faroek mengatakan infrastruktur akan menjadi prioritas utama. Diantaranya, pembangunan jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Jembatan Pulau Balang, Jalan Trans Kalimantan, Bandara dan pelabuhan, telekomunikasi, listrik serta air bersih.
“Infrastruktur akan kita selesaikan. Semua proyek tersebut akan kita tuntaskan selama satu, dua hingga lima tahun ke depan,” tegasnya.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir pada pelantikan Gubernur dan Wagub Kaltim (2013-2018), diantaranya Abu Rizal Bakrie, Akbar Tanjung, Tanri Abeng serta sejumlah Menteri dan Wamen dari Kabinet Indonesia Bersatu II. (her/hmsprov).

////FOTO : Gubernur Kaltim Dr. H Awang Faroek Ishak dan Wakil Gubernur HM Mukmin Faisyal mengucapkan sumpah jabatan pada pelantikan yang dilakukan  Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.(tim/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait