Tingkatkan Budaya Membaca Melalui Bedah Buku

SAMARINDA – Bedah buku merupakan salah satu cara efektif menyampaikan pemikiran penulis atau pengarang buku. Kegiatan ini pun sekaligus akan meningkatkan minat baca masyarakat.
“Bedah buku terhadap suatu buku hasil karya tulis seorang pengarang hingga saat ini masih sangat minim. Padahal,  bedah buku cara yang sangat efektif dalam memotivasi masyarakat untuk memahami isi suatu buku,” kata Staf Ahli Gubernur Bidang SDM dan Pendidikan Dwi Nugroho Hidayanto pada Rakor Perpustakaan Kaltim 2013 di Ruang Balai Pustaka Perpustakaan Kaltim, Selasa (26/2).
Menurut dia, banyak buku yang tersebar luas di masyarakat khususnya di perpustakaan namun minim pembaca. Hal ini terjadi karena masyarakat tidak mengetahui bahkan tidak mengerti isi tulisan dalam buku tersebut.
Namun demikian ujarnya, tidak kalah peran perpustakaan terutama para pustakawan untuk melakukan bedah buku dengan menghadirkan para penulis ataupun pengarang buku untuk mengupas lebih dalam tentang buku karangan, dengan jenis karangan fiksi ilmiah ataupun buku-buku tentang teknologi dan kebudayaan serta cerita tentang sejarah maupun adat istiadat suatu kehidupan masyarakat.
 “Perpustakaan melalui dukungan para pustakawan dapat secara rutin melakukan kegiatan berupa bedah buku bersama para penulis ataupun pengarang, terutama dengan menghadirkan masyarakat khususnya pelajar dan mahasiswa,” jelasnya.
Ditambahkannya, selama ini masyarakat membaca ataupun memilih buku bacaan hanya berdasarkan suka saja maupun tertarik dengan judul bukunya bukan karena mengetahui dan mengerti isi buku tersebut.
“Sehingga melalui bedah buku yang rutin dilaksanakan perpustakaan tersebut akan mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat terhadap suatu buku. Tentunya akan berimbas pada peningkatan budaya/minat membaca,” ungkap Dwi Nugroho. (yans/hmsprov)

/// Foto : Dwi Nugroho Hidayanto
 

Berita Terkait