Tingkatkan Kesejahteraan Petani dengan Pengembangan Hortikultura

Tingkatkan Kesejahteraan Petani dengan Pengembangan Hortikultura

 

SAMARINDA–Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) Kaltim H Ibrahim mengungkapkan selain pengembangan padi sawah, padi gunung, jagung, kedelai, singkong gajah dan lainnya, pihaknya juga terus mengembangkan hortikultura atau tanaman budidaya kebun, seperti lombok, pisang, lai, pepaya, durian dan buah-buahan lainnya.

Menurut Ibrahim, pengembangan hortikultura juga merupakan bagian dari upaya melestarikan buah-buahan lokal unggul dan guna mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan di Kaltim. Disamping juga, bagian dari meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan pendapatan dari penjualan hasil panen buah-buahan.

“Untuk itu kita mengembangkan program Kawasan Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) yang memadukan konsep pertanian padi sawah dengan tanaman hortikultura seperti cabe, jeruk pepaya dan buah-buahan lainnya. Sehingga petani tidak hanya mengandalkan dan menunggu hasil dari panen padi saja, melainkan bisa memanen buah-buahan atau sayur yang ditanam dikawasan sawah yang ada,” ujar Ibrahim, Senin (25/8).

Dijelaskan, pada 2014 melalui sumber dana APBD, Dispertan Kaltim mengalokasikan anggaran untuk pengembangan hortikultura di sejumlah kabupaten/kota se Kaltim. Diantaranya, untuk pengembangan tanaman pisang seluas 200 hektare di Kutai Timur dengan nilai Rp1,6 miliar. Pengembangan tanaman Lai seluas 100 hektare di wilayah Berau, Paser dan Kutim senilai Rp800 juta.

Selanjutnya, pengembangan  buah pepaya seluas 20 hektare di Samarinda senilai Rp260 juta. Pengembangan jeruk nipis di Kutai Barat seluas 25 hektare (Rp320 juta). Pengembangan Sub Terminal Agribisnis (STA) di Kutim (Rp300 juta), STA Paser (Rp500 juta) dan STA Berau (Rp350 juta).

Pengembangan jeruk di Penajam Paser Utara dan Paser seluas 100 hektare (Rp1,1 miliar). Optimasi jeruk di Paser (Rp630 juta). Optimasi Lai seluas 100 hektare di Berau (Rp360 juta). Pengembangan kawasan hortikultura 1.000 pot Anggrek Vanda di Kutai Kartanegara dan Samarinda (Rp300 juta). Screen untuk benih pepaya di BBI Hortikulutura (Rp250 juta). STA untuk buah naga di Samboja Rp250 juta.

Pembuatan demplot bawang merah seluas 3.250 meter persegi untuk delapan kelompok tani dengan total nilai Rp240 juta. Cabe rawit merah untuk lima kelompok tani (Rp100 juta). Bantuan benih kelengkeng pola pekarangan 1.000 batang dan buah-buahan (lai, durian, manggis, jambu tanpa biji) sebanyak 5.000 batang.

“Itu semua merupakan program/kegiatan yang dilakukan Dispertan selama tahun anggaran 2014 untuk pengembangan hortikultura di Kaltim, dalam rangka memacu peningkatan produktivitas komoditi hortikultura agar dapat membantu peningkatan pendapatan petani. Intinya, semua ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Kaltim,” ucapnya.

Kepada masyarakat Kaltim, Ibrahim mengimbau agar dapat ikut serta mengkampanyekan dan melaksanakan gerakan gemar makan buah lokal Kaltim di lingkungannya, karena dapat membantu pengembangan hortikultura di Kaltim.

“Kalau hortikultura kita ingin maju, maka masyarakat harus ikut terlibat didalamnya. Salah satunya dengan melaksanakan gerakan gemar makan buah lokal Kaltim. Disamping hortikultura kita semakin berkembang, kesejahteraan petani juga semakin meningkat,” imbaunya. (her/hmsprov)

 

//Foto: Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengamati pepaya manis Balikpapan. Gubernur memberi apresiasi pada upaya peningkatan usaha pertanian hortikultura yang dilaksanakan oleh para petani. (dok/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait
Government Public Relation