Tingkatkan Pelayanan dan Diharapkan Pasien Tidak di Lorong

Pemprov Kaltim Terus Dorong Kemajuan RSUD AWS


SAMARINDA – Selama kepemimpinan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama Wagub Kaltim H Farid Wadjdy sejak 2008-2013, Pemprov Kaltim terus mendorong  peningkatan pelayanan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah  Abdul Wahab Syahranie (RSUD-AWS) Samarinda. Sehingga diharapkan tidak ada lagi pasien yang mendapat perawatan di lorong-lorong rumah sakit. 

 
“Semua sektor terus meningkatkan kualitas pelayanan. Pada masa kepemimpinan Gubernur Awang Faroek dan Wagub Farid Wadjdy sektor kesehatan juga terus mengalami peningkatan, khususnya dalam peningkatan pelayanan terhadap pasien di RSUD ini,” kata Direktur RSUD AWS Samarinda, dr H Ajie Syirafuddin, di Samarinda, Rabu (27/2).


Mewujudkan peningkatan pelayanan tersebut,  dengan berbagai upaya dilakukan Pemprov Kaltim. Terbukti, sejak 2009 rumah sakit ini membangun gedung baru, yakni Paviliun Sakura dan diresmikan pada 2010 oleh Gubernur Awang Faroek.


Gedung tersebut mulai dioperasikan pada 1 November 2011.  Paviliun Sakura digerakkan dengan komitmen tinggi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kalimantan Timur dengan pelayanan kesehatan berkualitas serta menjadi rumah sakit rawat inap dengan pasilitas memadai.


Gedung berlantai lima ini, terdiri atas dengan 100 tempat tidur, empat unit kamar operasi, kamar bersalin satu unit dan 12 tempat tidur untuk perwatan ICU (Intensive Care Unit).

Kendati demikian semua pasilitas tersebut akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan pasien untuk memberikan kenyamanan bagi pasien dan keluarga selama masa pemulihan kesehatan.


Secara spesifik, fasilitas kamar pasien dilengkapi dengan air conditioning (AC), televisi (channel nasional & internasional), sofa, line telepon, welcome snack, kamar mandi dengan water heater, electric bed otomatis dan teko elektrik.  


Selain pembangunan gedung, tahun ini juga dilakukan pengembangan sarana dan prasarana. Rumah sakit ini telah melelang paket pekerjaan berupa pembangunan gedung baru untuk rawat inap kelas III berlantai enam dengan kapasitas 450 tempat tidur.  


Gedung baru tersebut diperkirakan selesai dan diresmikan pada 2015 dengan sistem anggaran tahun jamak. Dengan gedung baru itu nantinya diharapkan  pelayanan terhadap pasien akan lebih baik. Jumlah ruang kelas III akan bertambah menjadi 850 unit, dari kondisi saat ini yang hanya sekitar 400 unit.  


“Target kita, nantinya tidak boleh lagi ada pasien yang menginap di lorong-lorong kelas III. Apalagi, sarana dan prasarana gedung tersebut sudah sangat lengkap. Setiap ruangan dilengkapi AC dengan kapasitas dua  hingga enam pasien. Bahkan, ada satu lantai dikhususkan untuk ruang ICU dengan fasilitas terlengkap sesuai standar rumah sakit tipe A,” jelasnya.


Bukan hanya membangun sarana dan prasarana, untuk peningkatan pelayanan yang lebih baik kepada pasien. Rumah sakit ini juga terus melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya perawat dan non perawat, termasuk dokter. Alokasi dari dana APBD Provinsi untuk peningkatan kualitas SDM mencapai Rp2 miliar.


“Dengan pendidikan dan pelatihan,  kami berharap pelayanan oleh komponen rumah sakit ini akan semakin membaik. Langkah ini sekaligus akan mendukung pelaksanaan program Pemprov Kaltim menuju gerakan Jaminan Kesehatan Semesta (Jamkesta) pada 2014,” harapnya. (jay/hmsprov).

Berita Terkait