Tingkatkan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Pertanian

Langkah Peringatan Dini Terhadap Serangan OPT di Kaltim

 

SAMARINDA – Visi Kaltim Maju 2018 yakni “Terwujudnya Kaltim Sejahtera Yang Merata dan Berkeadilan Berbasis Agroindustri dan Energi Ramah Lingkungan”. Hal itu selaras dengan visi Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) Kaltim, yakni “Terwujudnya Swasembada Beras dan Meningkatnya Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura berbasis Keunggulan Lokal”.

Kepala Dispertan Kaltim H Ibrahim mengungkapkan isu strategis yang kini dihadapi adalah terjadinya krisis dan meningkatnya harga pangan dan energi sebagai akibat perubahan iklim global, serta isu strategis lainnya seperti laju dan tingginya pertumbuhan penduduk, alih fungsi lahan, terbatasnya infrastruktur pertanian dan pola pangan penduduk yang bergantung pada beras.

“Hal ini tentu akan berdampak pada pembangunan pertanian Kaltim dalam mengawal program peningkatan target capaian produksi, mutu serta daya saing produk pertanian Kaltim, sehingga perlu strategi antisipasi dan perhatian seksama dalam mengamankan produksi dan meningkatkan stok pangan,” kata Ibrahim pada pembukaan Pelatihan Pengolahan Laporan Sistem Perlindungan Tanaman bagi Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman-Pengamat Hama Penyakit (POPT-PHP) dan Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu (THL-TB)-POPT se Kaltim, di Samarinda, Rabu (24/9) malam.

Menurut dia, salah satu yang menjadi fokus kebijakan sektor pertanian dalam menghadapi perubahan iklim global dan serangan OPT, upaya adaptasi menjadi strategi dan prioritas utama. Upaya pengelolaan data dan informasi dipandang sebagai langkah peringatan dini terhadap perubahan iklim dan serangan OPT, agar ketahanan pangan dan sasaran pembangunan pertanian dapat dicapai.

“Upaya pengelolaan data dan informasi secara sistematis dan terintegrasi dengan strategi yang andal, serta komitmen dan tanggung jawab bersama dari berbagai pemangku kepentingan dan para pihak sangat diperlukan dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim dan serangan OPT,” jelasnya.

Hal itu dapat diwujudkan melalui sistem monitoring, pengendalian dan evaluasi yang akan terus dioptimalkan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan, baik yang terkait dengan metodologi dan pelaksanaannya maupun penggunaan dan tindak lanjut hasilnya.

Terorganisirnya data dan informasi pembangunan pertanian merupakan salah satu prioritas program ke depan, sehingga Dispertan Kaltim melalui UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) dan pemangku kepentingan lainnya akan lebih mudah untuk mengakses, mencari dan mengungkapkan data dan informasi sebagai input dalam proses pembangunan sektor terkait lainnya.

“Kita akan melakukan segala upaya untuk menjamin produk pertanian tanaman pangan dan hortikultura sehingga mampu berdaya guna dan berdaya hasil bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan,” lanjutnya.

Karena itu, ujar dia, para petugas POPT-PHP dan THL TB-POPT berkewajiban memahami tugas pokok fungsinya di dalam pengawalan, pengamatan dan peramalan serta pengendalian OPT di wilayah binaannya masing-masing.

Disamping juga, para petugas itu menjadi mitra Dispertan kabupaten/kota se Kaltim untuk penguatan pencapaian produksi padi, palawija dan hortikultura yang terkait pengendalian OPT di wilayah/kawasan sentra produksi tersebut sehingga dapat mengendalikan OPT secara dini dengan mengikutsertakan Regu Pengendali Hama (RPH) dan masyarakat tani.

Pada kesempatan itu juga dilaunching SMS Gateway/Centre dengan nomor telepon 082250282850. Dengan misi untuk menyampaikan laporan informasi secara cepat dan akurat apabila terjadi eksplosi serangan OPT di wilayah masing-masing POPT-PHP dan THL TB-POPT.

“Laporan secara dini yang dilengkapi data akurat tentang OPT akan memudahkan kita menyampaikan informasi kepada masyarakat, guna melakukan pencegahan ataupun penanganan terhadpa OPT,” pungkasnya.

Pelatihan ini berlangsung tiga hari (24-26 September) dan diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri dari petugas POPT-PHP sebanyak 27 orang, THL TB-POPT (36 orang) dan staf teknis UPTD PTPH Dispertan Kaltim (7 orang). (her/es/hmsprov).

////FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dan Wagub HM Mukmin Faisyal HP panen buah jeruk. Kualitas tanaman akan baik apa bila penanganan OPT sedini mungkin.(dok/humasprov)

 

Berita Terkait