Tingkatkan Sumber Daya Kesehatan di Perbatasan

Tim Nusantara Sehat Turut Membantu

SAMARINDA - Dinas Kesehatan Kaltim terus melakukan peningkatan sumber daya kesehatan di  daerah perbatasan dan daerah terpencil. Salah satu program yang dilakukan adalah program penempatan  Tim Nusantara Sehat.  

Program tersebut  merupakan upaya pemerintah meningkatkan pelayanan kesehatan preventif, promotif, dan kuratif dengan melibatkan 5 sampai 9 tenaga kesehatan  mulai dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, ahli laboratorium medik, tenaga gizi dan tenaga kefarmasian yang akan ditempatkan di pelosok nusantara termasuk wilayah perbatasan Kaltim.

"Tim nusantara sehat akan memberikan pelayanan kesehatan primer di titik-titik terdepan di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan. Program ini merupakan aplikasi dari program Nawa Cita Presiden Joko Widodo yaitu membangun dari pinggiran dan dalam aplikasinya melibatkan peran serta dari masyarakat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Rini Retno Sukesih, akhir pekan lalu.  

Program Nusantara Sehat ini,  jelas Rini Retno  merupakan salah satu program terobosan pemerintah di bidang kesehatan yang mendayagunakan secara khusus tenaga kesehatan berbasis tim dalam kurun waktu tertentu dengan jumlah dan jenis tertentu. 

Program ini bertujuan meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan di daerah tertinggal, perbatasan, kepulauan dan daerah bermasalah kesehatan dengan prioritas utama untuk mendekatkan akses terhadap layanan kesehatan, khususnya layanan kesehatan primer sebagai garda terdepan penjaga kesehatan masyarakat.

Puskesmas sebagai garda terdepan dalam sistem kesehatan nasional memiliki fungsi amat strategis sebagai penjaga gawang kesehatan masyarakat. Puskesmas adalah sentra edukasi masyarakat untuk menumbuhkan pengetahuan hidup bersih dan sehat.

"Diharapkan anggota Tim Nusantara Sehat  yang  sudah ditempatkan di perbatasan dapat memperkuat peran Puskesmas sebagai garda terdepan fasilitas kesehatan," ujar Rini. 

Selama ini, lanjut dia, untuk daerah terpencil hanya  ditugaskan dokter dan  bidan PTT saja, tetapi  sekarang telah dilakukan penempatan tim Nusantara Sehat yang ditempatkan di Puskesmas Long Pahangai Kebupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

Untuk Kaltim,  memang mendapatkan  tiga Tim Nusantara Sehat dari pemerintah  pusat khususnya dari Kementerian Kesehatan yang akan  ditempatkan di Puskesmas Long Pahangai, Long Apari dan pulau terluar di Kabupaten Berau yaitu  di Maratua.

Saat ini sudah ada satu tim dan sudah ditempatkat ke Puskesmas Long Pahangai dan sudah berjalan sejak enam bulan lalu. Sementara dua tim lainnya masih ditunggu kedatangannya.

Keberdaan Tim Nusantara Sehat  di Puskesmas Kecamatan Long Pahangai, diharapkan bisa memberikan masukan terkait permasalahan  kesehatan yang dialami,  serta bisa mencarikan solusinya," jelas Rini.

Ditambahkan, berdasarkan laporan yang disampaikan langsung  oleh Tim Nusantara Sehat di Kaltim, selama penempatannya di Puskesmas Long Pahangai berjalan baik, dimana mereka sudah beradaptasi dengan  lingkungan sekitar dan sudah memberikan pelayanan sesusai tugas dan fungsinya dengan baik pula, khususnya  dalam mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat perbatasan akan pentingnya melaksanakan pola hidup sehat.

"Karena meraka tim dari berbagai disiplin ilmu, tentu kita harapkan bisa berbuat sesuatu untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan di daerah perbatasan," kata Rini. (mar/sul/hmsprov).

//Foto: Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak meninjau pelayanan kesehatan. (dok/humasprov kaltim).

 

 

Berita Terkait
Government Public Relation