Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Berperan Penting

Dalam Penyebarluasan Informasi Program Pembangunan

 

SAMARINDA–Seluruh lapisan masyarakat Kaltim diharapkan dapat memanfaatkan dan memaksimalkan program pembangunan pro rakyat yang dijalankan oleh Pemprov Kaltim. Program itu diantaranya kredit usaha rakyat (KUR) melalui Bank Pembangunan Daerah Kaltim (Bankaltim) dan program Beasiswa Kaltim Cemerlang.

Demikian diungkapkan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat menerima audiensi tokoh adat dan tokoh masyarakat Dayak di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (4/8). Menurut dia, tokoh adat dan tokoh masyarakat mempunyai peran penting dan strategis dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat, khususnya bagi masyarakat Dayak yang tinggal di kawasan perbatasan, pedalaman dan daerah terpencil.

“Program ini untuk masyarakat Kaltim, jadi harus dimanfaatkan dengan baik oleh untuk peningkatan kesejahteraan mereka,” ungkap Awang Faroek.

Awang Faroek menjelaskan untuk program KUR melalui Bankaltim, terdapat sekitar empat jenis kredit yang ditawarkan, yakni Kredit Ternak Sejahtera, Kredit Pangan Sejahtera, Kredit Perikanan Sejahtera dan Kredit Sawit Sejahtera. Keempatnya, lanjut dia, dapat dimanfaatkan masyarakat Kaltim sesuai prosedur dan persyaratan yang telah ditetapkan.

“Sektor pertanian dalam arti luas merupakan program prioritas kita. Melalui program KUR, kesejahteraan masyarakat Kaltim diharapkan dapat meningkat. Untuk itu, hendaknya masyarakat dapat membentuk kelompok tani atau koperasi, kemudian melalui itu bisa mengajukan kredit untuk mendapatkan dana permodalan ataupun pengembangan usaha,” jelasnya.

Demikian halnya untuk Beasiswa Kaltim Cemerlang, Awang Faroek mengatakan masyarakat di kawasan perbatasan, pedalaman dan daerah terpencil mungkin kurang mendapatkan informasi tentang ini. Namun, disinilah peran tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.

Diketahui, Beasiswa Kaltim Cemerlang telah dijalankan sejak 2009. Dan pada periode 2009-2013 diberikan beasiswa kepada sekitar 187.000 putra-putri Kaltim. Sedangkan untuk periode 2014-2018, jumlah penerima beasiswa diperkirakan mencapai 250.000 orang, atau 50.000 orang setiap tahunnya selama lima tahun.

Sistem seleksi dan penyalurannya pun, dari tahun ke tahun terus dibenahi guna agar seluruh masyarakat Kaltim dapat merasakan manfaat dari Beasiswa Kaltim Cemerlang. Dimana saat ini penentuan kuota dan pendaftaran bisa dilakukan secara online dan manual melalui pemkab/pemkot dan perguruan tinggi setempat.

“Masyarakat harus tahu itu semua. Informasi ini harus disampaikan seluas-luasnya kepada masyarakat. Disamping pemerintah daerah menyampaikan informasi tentang pembangunan melalui media massa, tokoh adat dan tokoh masyarakat juga ikut serta untuk menyebarluaskan informasi ini,” pungkasnya.

Hadir pada audiensi itu, diantaranya Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kaltim Edy Gunawan Areq Lung, Mantan Bupati Kutai Barat Rama A Asia, Ketua Penggawa Adat Dayak Borneo (PADB) Jiuhardi dan Dosen Fakultas Hukum Untag Samarinda Erika. (her/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation