TPP Harus Berjiwa Pejuang Desa

Jauhar Efendi

SAMARINDA - Pemerintah melakukan rekrutmen Tenaga Pendamping Profesional (TPP) tingkat Provinsi Kaltim untuk mengisi kekosongan sebanyak 149 orang. Kelak mereka sangat diharapkan untuk bisa menjadi pendamping berjiwa pejuang desa. 

Artinya, seleksi ini diharapkan menghasilkan TPP yang mampu bekerja tulus ikhlas karena memang ingin mendorong pembangunan desa, bukan sekedar melihat iming-iming gaji.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim M Jauhar Efendi mengatakan sebagai pejuang desa, pemerintah ingin TPP menjadi inovator dan motivator mendorong percepatan pembangunan desa sebagai mitra pemerintahan desa. "Karena itu, peserta yang lolos seleksi diharap bertugas dengan baik mengawal pelaksanaan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) di tempat penugasan masing-masing," kata M Jauhar Efendi di Samarinda, Senin (10/9).

Jauhar mennjelaskan P3MD disebut menjadi wadah untuk mengabdi dan sekaligus belajar tentang pelaksanaan tugas pendampingan di desa, kecamatan, maupun kabupaten sesuai tugasnya sebagai Pendamping Lokal Desa (PLD), Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI), Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) dan Tenaga Ahli (TA).

Makanya, mereka yang lolos seleksi patut bangga, karena diberi mandat mengabdi mengawal desa sekaligus disekolahkan di P3MD bersama melaksanakan kerja membangun misi bersama agar terwujud desa mandiri dan profesional. "Ini penting karena Desa merupakan latar belakang negara. Sejalan dengan itu, UU No16/2014 tentang Desa lahir dengan cita-cita besar memerdekakan dan memandirikan desa," jelasnya.

UU Desa lahir sebagai bentuk keseriusan pemerintah. Bagaimana desa diberi ruang yang cukup besar, sehingga menjadi pendukung kekuatan ekonomi bangsa. Selanjutnya, hingga saat ini proses tahapan seleksi masih berlanjut. (jay/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation