Kalimantan Timur
TP-PKK Terbukti Berperan Sukseskan Pembangunan Desa


TANA PASER - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) terbukti berperan besar dalam menyukseskan pembangunan masyarakat desa. Hal ini dinyatakan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak pada pembukaan Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIII dan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (HKG-PKK) ke-44 Tahun 2016 Tingkat Provinsi Kaltim di Tana Paser, Kamis (21/4). Menurut Gubernur, Undang-Undang No.6 Tahun 2014 tentang Desa memberikan konsep baru dalam kebijakan tata kelola desa yaitu mengembangkan prinsip keberagaman. Selain itu, UU Desa ini juga telah mengangkat hak dan kedaulatan desa yang memberikan keleluasaannya untuk menyelenggarakan pembangunan desa secara berdaulat dan mandiri, khususnya menyangkut bidang pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan dan bidang pemberdayaan masyarakat. “Sesuai dengan bidang garapan TP-PKK, maka di sinilah PKK bisa masuk melaksanakan program kerjanya yang selama ini bersama stakeholder yang lain, sudah terbukti turut menyukseskan pembangunan masyarakat desa,” kata Awang. Dikatakan, PKK adalah gerakan pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah yang bertujuan mewujudkan keluarga sehat, sejahtera, maju dan mandiri. Gerakan PKK juga terbukti telah mampu mewujudkan perannya sebagai motivator dan dinamisator masyarakat agar setiap keluarga dapat menjadi instrumen pembangunan yang handal. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Marwan Jafar yang hadir pada acara itu bahkan mengakui, Gerakan PKK sebagai gerakan yang mendapat dukungan karena dikelola dengan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat. Program-program yang dilaksanakan selama ini sangat bermanfaat bagi masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan keluarga serta meningkatkan harkat martabat bangsa. “Untuk pembangunan desa-desa di Tanah Air, pemerintah memberikan Dana Desa. Untuk tahun 2016 ini transfer daerah dan transfer dana desa naik sebesar Rp 46,98 triliun atau hampir Rp47 triliun, bertambah dua kali lipat dari 2015 sebesar Rp20,7 triliun, sehingga setiap desa di Indonesia bisa mendapatkan dana desa antara Rp700 juta sampai Rp800 juta atau bahkan lebih jika ditambah dengan Alokasi Dana Desa (ADD) yang dianggarkan di APBD,” kata Menteri. Besarnya Dana Desa dipastikan akan bermanfaat dan memberi dampak nyata dalam mengatasi masalah ketimpangan dan kemiskinan khususnya di kawasan perdesaan. Desa-desa yang maju akan mampu menjadi daya ungkit terhadap perekonomian masyarakat. Menteri PDTT mengharapkan, TP-PKK bisa membantu pemanfaatan Dana Desa, tidak terkecuali dalam hal pengawasannya agar penggunaan Dana Desa tepat sasaran, sehingga hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Sementara itu Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak pada kesempatan itu juga mengharapkan agar Tim Penggerak PKK Kaltim lebih dapat mengembangkan berbagai bentuk dan jenis pemberdayaan keluarga sesuai kebutuhan masyarakat, dapat mengembangkan kesejahteraan keluarga dan sikap demokrasi dalam keluarga, serta dapat berkoordinasi dan memadukan gerak langkah program pemberdayaan. “Satu di antaranya adalah dukungan terhadap pembentukan Kampung Keluarga Berencana (KB) yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo belum lama ini. Berdasarkan hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, tingkat kesertaan ber-KB di Kaltim masih rendah yang menyebabkan tingginya rata-rata angka total kelahiran (TFR) sebesar 2,8, sedangkan TFR Nasional 2,6,” ungkap Awang. Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIII dan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (HKG-PKK) ke-44 Tahun 2016 Tingkat Provinsi Kaltim di Tana Paser kemarin berlangsung meriah dengan tampilnya aneka atraksi kesenian, meski lapangan di tepi Telaga Ungu sempat diguyur hujan. Satu di antaranya adalah tari kolosal 120 pelajar Kabupaten Paser. Ribuan peserta anggota PKK yang umumnya para ibu dan remaja putri datang dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim. Mereka mengikuti lomba-lomba, pameran dan kunjungan ke berbagai obyek wisata. TP-PKK Kota Samarinda keluar sebagai juara umum pada HKG-PKK tahun ini (ri/sul/humasprov
Berita Terkait