Tradisional ke Modern

Ubah Cara Pandang.Usaha Pertanian Kaltim

SAMARINDA - Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (PTP) Kaltim H Ibrahim mengungkapkan pada 2013 upaya peningkatan produksi akan terus dilaksanakan baik melalui program mekanisasi dalam rangka menutupi kekurangan tenaga kerja petani yang sudah banyak beralih profesi ke sektor non pertanian. Upaya lain yang akan dilakukan adalah meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait.
Koordinasi diantaranya akan dilakukan dengan Balai Wilayah Sungai Kalimantan III untuk mengatasi persoalan irigasi yang sangat menentukan keberhasilan budidaya pertanian. Kemudian, dengan Dinas Pekerjaan Umum dalam hal peningkatan infrastruktur pertanian seperti jalan usaha tani dan jalan produksi. Sinergi juga akan dilakukan lebih baik lagi dengan  Perguruan Tinggi.
Sejumlah upaya terus dilakukan Dinas PTP Kaltim dalam rangka meningkatkan produksi, produktifitas dan mutu tanaman pangan, diantaranya penyediaan sarana dan prasarana melalui pencetakan sawah, optimalisasi lahan, jaringan irigasi, jalan usaha tani, pintu air, mekanisasi (bantuan alat mesin pertanian), penyediaan pestisida untuk pengendalian hama/penyakit tanaman.
Selanjutnya, penyediaan sarana produksi berupa benih, pupuk dan pestisida. Fokus pengembangan tanaman pangan pada 50 kecamatan potensi pangan. Pengembangan kawasan durian/lai, pengembangan jeruk, pengembangan kawasan pepaya mini di Balikpapan dan pengembangan kawasan pisang.
Pengembangan sumber daya manusia pertanian melalui penyuluhan, pelatihan, diklat baik kepada petani maupun petugas. Selain itu, dalam rangka membantu permodalan petani telah dilaunching skim Kredit Pangan Sejahtera melalui Bankaltim dan telah mendapat respon cukup besar dari petani.
Ibrahim mengatakan pembangungan pertanian tanaman pangan bukanlah usaha dengan hasil seketika tetapi merupakan usaha jangka panjang, perlu proses terus menerus mengubah cara pandang petani dari tradisional ke modern, selain memerlukan keterpaduan dengan berbagai pihak yang saling mendukung.
“Dengan meningkatnya produksi sejak 2011 dan berbagai program/kegiatan ke depan yang lebih fokus, langsung diterima petani/kelompok tani serta dukungan dari para pemangku kepentingan maka kita optimis pembangunan pertanian tanaman pangan Kaltim akan semakin maju,” pungkasnya. (her/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation