Transaksi Kaltim Expo 2014 Capai Rp7 Miliar

Antusiasme Masyarakat Semakin Meningkat

 

SAMARINDA – Kepala Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim Diddy Rusdiansyah mengungkapkan selama lima hari (22-26 Agustus) pelaksanaan Kaltim Expo 2014 di Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda, total transaksi yang terjadi diperkirakan mencapai Rp7 miliar.

Jumlah tersebut, menurut dia, dihitung berdasarkan transaksi faktual yang terjadi, mulai dari berapa stand yang ada dikalikan dengan sewa lapak pameran yang nilainya sekitar Rp3 miliar. Belum ditambah dengan sponsorship, kemudian transaksi pelaku UMKM yang berkisar Rp2-3 miliar.

“Belum lagi transaksi perusahaan otomotif, distributor mie instan dan lainnya yang ikut berpartisipasi. Karena ini masih berlangsung hingga malam hari, angka tersebut diyakini akan bertambah,” ungkap Diddy, Selasa (26/8).

Sementara itu, terkait dengan jumlah pengunjung, Diddy mengatakan pengunjung yang datang diperkirakan sekitar 7.000 orang. Jumlah itu dihitung berdasarkan dari jumlah karcis parkir yang masuk ke tukang parkir di kawasan Komplek Stadion Madya Sempaja, yang kemudian dikurangi dengan deflasi.

“Jika dulu dihitung dua titik, yakni pintu masuk dan pintu keluar. Namun yang menonton tidak acara hiburan di sekitar panggung tidak terhitung. Sehingga kami ubah pola perhitungan berdasarkan karcis parkir yang diterima,” katanya.

Lebih menarik, ujar dia meskipun perhelatan Kaltim Expo 2014 bersamaan dengan DBL (Developmental Basketball League) di GOR Segiri, namun antusiasme masyarakat untuk datang ke expo tidak terpengaruh.

Hal ini menunjukkan Samarinda sebagai Ibukota Kaltim dengan penduduk sekitar satu juta jiwa dan tambahan penduduk pada akhir pekan dari daerah sekitarnya, seperti Tenggarong, Bontang, Kutai Barat dan Kutai Timur mampu menjadi kota MICE (Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions) di masa mendatang.

“Antusiasme masyarakat Kaltim, khususnya Samarinda dan sekitarnya yang memang kekurangan hiburan inilah yang membuat even-even di Kaltim berlangsung sukses. Dan untuk Samarinda, kuncinya adalah pembangunan Convention Hall. Jika itu jadi maka kita bisa setting Samarinda menuju kota MICE,” pungkasnya. (her/sul/es/hmsprov).

Foto: Salah satu stand pameran dalam Kaltim Expo 2014. (johan/humasprov kaltim)

 

Berita Terkait
Government Public Relation