Kalimantan Timur
TTIC Jual 11 Komoditas Pangan Pokok dengan Harga Normal

Ist

SAMARINDA - Sebagai upaya Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Toko Tani Indonesia Center (TTIC) atau Pasar Mitra Tani milik Dinas Pangan Tanaman Pangan dan  Hortikultura (DPTPH) ikut mengurangi dampak Covid-19 bagi masyarakat. 

Khususnya, mengantisipasi kenaikan dan mengurangi permainan harga di masa pandemi virus corona, terlebih memasuki Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah. 

"Kita menjual 11 komoditas bahan pangan pokok di TTIC dengan harga normal," kata Plt Kepala DPTPH Kaltim Dadang Sudarya di ruang kerjanya, Selasa (19/5/2020). 

Sebelas komoditas itu lanjut Dadang, terdiri dari bawang merah, minyak goreng, beras, gula pasir (empat komoditas pengawasan pemerintah). Daging sapi beku, daging ayam beku, telur ayam, bawang putih, cabai keriting dan cabai rawit dan sayur. 

Sementara sistem penjualan TTIC dilakukan dengan dua pola, yakni penjual secara langsung dan online. Penjualan langsung atau pelayanan di toko dan pembeli bisa datang ke toko. Namun, DPTPH tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19, khususnya pola social/physical distancing (berjarak) bagi warga yang datang berbelanja. 

"Sedangkan pola online, pembeli bisa memanfaatkan teknologi informasi dengan menggunakan jasa ojek online (ojol) seperti Gojek. Dan kami sudah melakukan kerja sama dengan perusahaan yang menaunginya (PT Aplikasi Karya Anak Bangsa)," jelasnya. 

Diakui Dadang, komoditas cabai tahun ini tidak mengalami gejolak harga seperti tahun lalu. Sehingga, harga komoditas ini tidak perlu intervensi pemerintah selain empat komoditas pangan pokok dalam pengawasan.

 

"Kita bersyukur cabai tahun ini terkendali harga dan pasokannya. Sebab, belajar dari setiap tahun. Komoditas ini selalu bergejolak bahkan sangat luar biasa kenaikan harganya di saat Ramadan terlebih menjelang Idul Fitri atau hari besar keagamaan," ungkapnya. 

Salah satunya, tambah Dadang, pemerintah melibatkan PKK menyalurkan bantuan bibit cabai dan memberdayakan masyarakat melalui optimalisasi pekarangan menanamnya. (yans/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait