TTP Kubar Masuk Tahap Ketiga

Jauhar Efendi

SAMARINDA - Hari ini tahapan seleksi Tim Pendamping Profesional (TPP) di Kabupaten Kutai Barat memasuki tahapan ketiga, yaitu tes wawancara dan tes komputer. 

Sedangkan kegiatan tahap kedua telah dilaksanakan sehari sebelumnya, yaitu dengan melaksanakan tes tertulis. Sementara tahap pertama adalah seleksi administrasi telah dilakukan di Samarinda. Seleksi TPP ini dimaksudkan untuk mengisi kekosongan 149 kuota yang tersebar di tujuh kabupaten di Kaltim. "Ketika itu, seleksi awal, jumlah pendaftar sekitar 900 orang. Dari jumlah tersebut, dipilah mana pelamar yang memenuhi syarat administrasi, mulai seperti usia, domisili, ijazah, pengalaman dan sebagainya," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim M Jauhar Efendi, Senin (3/9).

Secara umum, pelaksanaan seleksi pada hari pertama di Kutai Barat berjalan dengan lancar dan tertib. Dari 131 pelamar yang dipanggil sebanyak 106 orang yang hadir mengikuti seleksi tahap kedua. Sedangkan yang lulus dan dipanggil untuk mengikuti tahapan tes wawancara dan tes komputer sebanyak 91 orang.

Dari rangkaian ini, panitia seleksi masih memberikan kesempatan bagi yang tidak bisa ikut seleksi kedua, disarankan untuk mengikuti seleksi di Samarinda pada 12-13 September 2018, bersamaan dengan peserta seleksi dari wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Paser dan wilayah Kabupaten Kutai Timur.

Bagi yang memenuhi syarat, dibobot lagi untuk diranking guna mendapatkan calon peserta seleksi tertulis dengan perhitungan maksimal 600 persen dari jumlah pelamar yang memenuhi syarat. Inilah yang disebut dengan daftar panjang atau long list. 

Jauhar mengatakan, sistem seleksi TPP untuk tahun ini dengan cara jemput bola. Dua tahun sebelumnya, 2016 dan 2017 sistem seleksi dipusatkan di Samarinda dan pendaftaran dilakukan secara online terpusat di Jakarta. Tahun ini pendaftaran bisa dilakukan secara online dan manual atau peserta mengirim berkas melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kaltim maupun DPMPD Kabupaten.

"Dengan metode ini kita bisa menjaring calon lebih banyak lagi, dibandingkan dengan tahun lalu," jelasnya. 

Jadi, dengan sistem jemput bola ini, ternyata jumlah pelamarnya jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan seleksi terpusat. Artinya, pemerintah daerah mengusulkan seleksi penambahan kuota ini sudah sejak bulan Januari yang lalu dan beberapa kali usulan tersebut terus disampaikan ke pusat. 

"Alhamdulillah, akhirnya Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) merespon positif," jelasnya.

Jauhar mengatakan atas nama Pemprov Kaltim mengucapkan terima kasih kepada panitia seleksi yang terdiri atas unsur Kemendes PDTT, Universitas Mulawarman, Koordinator Provinsi Wilayah III, unsur DPMPD Provinsi serta Panitia Teknis dan para Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa se-Kaltim serta para Tenaga Ahli Kabupaten yang telah bekerja keras bahu-membahu mempersiapkan proses seleksi ini, sehingga dapat berjalan dengan lancar. (jay/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait