Tuntaskan Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba

Awang : Harus Bersama-Sama dan Bekerjasama

 

SAMARINDA–Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan Pemprov Kaltim bersama seluruh komponen masyarakat terus berupaya dengan segala daya dan upaya untuk memberangus peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Menurut dia, pengentasan permasalahan yang selalu menghantui dan sangat membahayakan kelangsungan generasi penerus tersebut harus dilakukan secara bersama-sama melalui kerjasama semua pihak terkait.

“Sejak lama kita sudah mencanangkan daerah ini terbebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba bahkan target 2015 ini tercipta Kaltim sebagai zona bebas narkoba,” ujar Awang Faroek Ishak usai makan malam bersama Kepala BNN Pusat, Minggu (10/8).

Selain itu, di dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kaltim telah ditetapkan dukungan penuh Pemprov kepada instansi teknis (Badan Narkotika Nasional/BNN) dalam penanggulangan dan pemberantasan narkoba.

Diantaranya, pemerintah daerah telah berupaya agar rumah sakit milik daerah juga rumah sakit khusus bagi rehabilitasi pengguna narkoba termasuk dibangunkan pusat rehabilitasi guna memulihkan para pengguna narkoba di berbagai daerah dalam provinsi.

Harapannya kedepan prevalensi pengguna narkoba yang mencapai 3,1 persen dari jumlah penduduk Kaltim dapat diturunkan. “Kaltim berada di peringkat ketiga nasional dalam hal narkoba. Diperlukan kerjasama untuk memberantas peredarannya,” ungkap Awang Faroek.

Sementara itu Kepala BNN  Komisaris Jenderal Pol Dr Anang Iskandar mengemukakan rasa terima kasihnya atas dukungan Pemprov Kaltim bersama kabupaten dan kota yang mendukung sehingga terbangun pusat rehabilitasi bagi pengguna narkoba.

“Terbangunnya pusat rehabilitasi di Kaltim ini merupakan pilot project secara nasional dan diharapkan nantinya menjadi rujukan bagi seluruh daerah dalam hal penanganan pengguna narkoba yang kembali pulih dan sehat,” ujar Anang Iskandar.

Anang menjelaskan undang-undang sudah diamanatkan setiap pengguna harus dipulihkan karena tergolong orang sakit yang harus disembuhkan, sehingga pembangunan pusat rehabilitasi merupakan upaya pemerintah untuk menyembuhkan pengguna narkoba.

Walaupun lanjut Anang tidak dipungkiri masih banyak aparat hukum yang memilih lebih baik menghukum pidana (kurungan) bagi pengguna ketimbang harus memvonis dengan hukuman pemulihan atau rehabilitasi.

“Dikhawatirkan, apabila pengguna narkoba dihukum kurungan akan bertemu dan berkumpul dengan pengedar yang notabene akan memberikan pengaruh buruk bahkan akan memperparah si pengguna selama menjalani hukuman pidana tersebut,” jelas Anang.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Walikota Samarinda H Nusyirwan Ismail dan Deputi Rehabilitasi dr Dyah, Kepala BNNP Kaltim Agus Gatot serta Asisten Kesejahteraan Rakyat H Bere Ali dan Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Rini Retno Sukesih.

Ikut hadir staf ahli Gubernur Kaltim bidang pemerintahan, hukum, politik dan keamanan H Sofyan Helmi serta Asisten Administrasi Umum Meiliana, Kapolres Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta dan pejabat Kejaksaan Tinggi Kaltim. (yans/sul/hmsprov)

 

//Foto: UPAYA TERPADU. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mendapat penjelasan tentang  Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah Samarinda, di Kelurahan Tanah Merah, Samarinda,  (fajar/humasprov kaltim)

 

Berita Terkait