Ujang Mengungkapkan Perkebunan Sawit Siap Support Maloy, Produksi CPO Besar Bahkan Diekspor


SAMARINDA - Subsektor Perkebunan melalui komoditi kelapa sawit siap mensupport (mendukung) pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) Kabupaten Kutai Timur.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim Ujang Rahmad bahwa produksi kelapa sawit Kaltim cukup besar dan sangat potensial dalam mendukung ketersediaan bahan baku untuk Maloy. "Untuk bahan baku guna menopang industri hilir di Maloy. Kalau penyediaan crude palm oil (CPO) kita siap," kata Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rahmad usai menghadiri buka bersama Gapki Cababg Kaltim di Ballroom Midtown Hotel Samarinda, Selasa (21/5/2019).

Ujang menyebutkan rata-rata produksi CPO di Kaltim mencapai 2,5 hingga 3,5 juta ton pertahun. Bahkan Kaltim hingga saat sudah memiliki 81 pabrik kelapa sawit (PKS) dengan kapasitas produksi 4.500 tandas buah segar (TBS) per jam.

Kemampuan produksi PKS cukup besar dan  tersebar di sentra-sentra perkebunan sawit di beberapa kabupaten. "Nah produksi CPO itu diolah dan dijual keluar Kaltim (domestik) bahkan ekspor luar negeri," jelas Ujang.

Karenanya, potensi CPO yang besar ini sangat mungkin untuk menyuplai bahan baku untuk industri hilir sawit di kawasan KEK Maloy. Ditambahkannya, sesuai Perda Perkebunan Berkelanjutan disebutkan kewajiban perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk mengalokasikan minimal 70 persen produksinya untuk penyediaan bahan baku industri hilir di Kaltim.

"Kita sudah mempersiapkan aspek regulasi dan produksinya. Kami terus mendorong peningkatan produktivitasnya agar industri hilir sawit tidak kekurangan bahan bakunya," tegas Ujang Rahmad.(yans/her/humasprovkaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation