UKM Kaltim Siap Songsong Pasar Bebas ASEAN 2015

Gelar Wirausaha Produktif 2014 "Enterpreneurship Langkah Pasti Menuju Kaltim Maju 2018”

 

 

SAMARINDA - Pajangan berbagai produk kewirausahaan yang tersaji menarik pada Gelar Wirausaha Produktif Tahun 2014 di Mal Samarinda Square, Jalan M Yamin Samarinda, 1-2 Nopember 2014 memberikan optimisme yang tinggi bahwa produk kewirausahaan Kaltim sudah siap bersaing di era pasar bebas ASEAN atau ASEAN Economic Community (AEC) 2015.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, HM Djailani usai mewakili Gubernur Awang Faroek Ishak membuka Gelar Wirausaha Produktif 2014 dengan tema "Enterpreneurship Langkah Pasti Menuju Kaltim Maju 2018” mengaku sangat gembira menyaksikan kemajuan wirausaha Kaltim dengan kreativitas olahan produk memanfaatkan potensi sumber daya lokal didukung dengan penyajian kemasan yang sangat menarik.

“Era pasar bebas 2015 harus kita sambut dengan gembira. Pasar bebas adalah harapan dan peluang, sekaligus tantangan yang harus kita jawab dengan baik agar Kaltim tidak tersisih, apalagi hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Setelah menyaksikan produk-produk kewirausahaan ini, saya sangat optimis kita akan mampu bersaing," kata Djailani, usai membuka Gelar Wirausaha Produktif Tahun 2014, Sabtu (1/11).

Djailani meyakinkan, Kaltim patut optimis lantaran selain memiliki potensi sumber daya alam yang menjadi bahan baku produk olahan, Kaltim juga cukup banyak memiliki sumber daya manusia (SDM) andal dan berkualitas dalam kewirausahaan yang dari waktu ke waktu, jumlahnya terus meningkat.

Meski demikian, dukungan semua pihak untuk komitmen membangun enterpreneur-enterpreneur muda produktif menurut Djailani memerlukan dukungan semua pihak. Selain sinergi diantara internal satuan kerja perangkat daerah (SKPD) provinsi dan kabupaten/kota, dukungan dari BUMN/BUMD dan perusahaan-perusahaan swasta juga sangat diharapkan. Dukungan dan bantuan dapat dilakukan dalam bentuk pelatihan-pelatihan dan bantuan modal, seperti telah dilakukan pemerintah.

"Kita lihat sendiri, semua bahan baku berasal dari potensi sumber daya lokal, begitu juga dengan SDM-nya. Mereka nampak sudah siap bersaing dan tugas kita bersama untuk memberikan dukungan kepada mereka," tegas Djailani. 

Lebih jauh diungkap mantan Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltim ini ini bahwa peluang wirausaha di Kaltim masih sangat terbuka. Salah satu alasannya, Kaltim memiliki sumber daya alam yang sangat besar dan SDM yang cukup untuk menggerakkan perekonomian daerah.  Alasan lain yang dikemukakan Djailani adalah tingkat kebutuhan atau permintaan barang dan jasa yang masih sangat besar dengan tingkat daya beli masyarakat yang cukup tinggi. Selain itu, potensi Kaltim di berbagai bidang masih belum seluruhnya tergarap secara optimal.

"Kampanye wirausaha produktif ini perlu terus kita gaungkan. Sebab sesungguhnya, wirausaha itu adalah pahlawan ekonomi rakyat, pengusaha pejuang dan pejuang pengusaha. Wirausaha telah membuktikan kontribusi yang besar untuk menekan angka pengangguran dan membantu mengurangi jumlah penduduk miskin," pungkas Djailani. 

Asisten Pemerintahan Setprov Kaltim Fathurrahman yang juga hadir pada acara tersebut mengatakan, kemasan produk UKM Kaltim sudah sangat baik dan cukup kompetitif.  “Saya sudah lihat tadi, buah naga diolah menjadi kripik, selai dan dodol. Begitu juga buah mangrove. Ini sangat baik, kalau kita bisa membudidayakan, maka selain untuk tujuan penyelamatan lingkungan, ternyata mangrove juga sangat bermanfaat untuk bahan produksi UKM kita. Kita sudah punya modal dasar, namun perlu terus kita poles agar lebih berdaya saing di era pasar bebas,” puji Fathurrahman.

Sementara itu, Kepala UPTD Pengembangan Produktivitas Daerah (PPD) Disnakertrans Kaltim, Hj Hetty mengungkapkan gelar wirausaha produktif tahun ini diikuti 104 peserta dari 7 kabupaten/kota di Kaltim, yakni Samarinda, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Panajam Paser Utara, Paser, Bontang dan Kutai Timur.

"104 wirausahawan produktif yang mengikuti kegiatan ini seluruhnya adalah binaan UPTD PPD Disnakertrans Kaltim. Mereka semua bersemangat menyambut era pasar bebas ASEAN 2015. Sebagian dari mereka saat ini bahkan pasarnya sudah ke luar daerah," ungkap Hetty.

Gelar Wirausaha Produktif 2014 digelar selama dua hari dan dirangkai dengan pemaparan materi oleh tiga nara sumber yakni  Nicholas Kurniawan (Juara I Wirausaha Muda Mandiri 2013 dan pebisnis muda terbaik versi studentpreneur 2013), Regninald Indarsin (praktisi bisnis) dan Timotius Stefanus (motivator bisnis). (sul/hmsprov)

Foto: HARAPAN DAN PELUANG. Kepala Disnakertrans Kaltim, HM Djailani (kiri) berbincang dengan Pelaku UKM pada Gelar Wirausaha Produktif 2014. (samsul/humasprov kaltim)

Berita Terkait