Ulama Harus Berpartisipasi Dalam Pembangunan

SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy berharap para ulama Nahdlatul Ulama (NU) turut berpartisipasi dalam pembangunan, terutama dalam bidang keagamaan di Kaltim melalui sumbang saran pemikiran.


“Saya berharap para alim ulama di jajaran NU turut andil membangun daerah. Saya  yakin ulama mampu merespon dan mengimplementasikan sasaran pembangunan, khususnya bidang keagamaan,” kata Farid saat membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-8 NU Kaltim, di Samarinda, Senin (25/2).


Farid mengatakan, saat ini pembangunan di Kaltim masih menghadapi  sejumlah kendala dan permasalahan, antaralain tingginya angka kemiskinan, perbaikan kualitas dan derajat kesehatan, lingkungan hidup serta peningkatan infrastruktur antarwilayah.


“Permasalahan tersebut tentunya bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan semua komponen masyarakat, tidak terkecuali  jajaran NU,” ujar Farid.


Dia juga menyinggung pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama dengan meningkatkan kesadaran menjunjung sikap tenggang rasa antarkomunitas pemeluk agama, menghormati kesucian tempat ibadah dan simbol agama dari tindakan penodaan.


“Indonesia diakui sebagai kiblat toleransi dan kerukunan umat beragama di dunia. Karena itu mari jaga terus toleransi beragama yang sudah berjalan sangat baik di sini,” imbuhnya. 


Situasi aman dan kondusif juga sangat diperlukan dalam pembangunan, terlebih pada 10 September mendatang Kaltim akan melaksanakan pemilihan gubernur dan wakil gubernur yang kemudian akan dilanjutkan dengan pemilihan presiden dan pemilihan legeslatif pada 2014.


“Semoga pemilihan kepala daerah nanti berlangsung aman dan damai serta dapat melahirkan pemimpin bangsa yang berkualitas,” kata Wagub.


Sementara Ketua Pengurus Besar NU Said Agil Siradj dalam arahannya pada pengurus NU yang hadir dalam Konferwil mengatakan, peran ulama sangat penting dalam menjaga pemahaman agama secara benar sehingga tidak menyimpang dan keliru.


“Ulama harus mengawal dan menjaga pemahaman agama secara benar, jika tidak, agama akan dikawal oleh orang yang tidak bertanggung jawab sesuai kepentingannya,” katanya.


Karena itu, tugas ulama memberi bimbingan kepada masyarakat dan unsur pemerintah sehingga cara pikir ulama mewarnai kehidupan bermasyarakat dan bernegara.


“Ulama harus berani keluar, jangan selalu ceramah di masjid atau langgar, tetapi juga di kantor-kantor pemerintahan, kepolisian atau TNI,” kata Said.


Dia juga mengajak segenap warga NU untuk senantiasa menumbuhkan rasa cinta tanah air dan menghormati perbedaaan dalam masyarakat karena negara Indonesia dibangun melalui kemajemukan suku, agama dan budaya. (gie/hmsprov)

//// Foto : (Dari kanan) Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy, Ketua PB NU Said Agil Siradj, Ketua DPRD Mukmin Faisal, Rektor Unmul Zamruddin Hasid, Wakil Ketua DPRD Hadi Mulyadi dan Anggota DPRD Darlis Patolongi saat menghadiri pembukaan Konferwil ke-8 NU Kaltim.(johan/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait