Kalimantan Timur
Unmul Bagian Sub Sistem Pembangunan Daerah

Kuliah Perdana Double Degree Unmul


SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan, Universitas Mulawarman (Unmul) adalah bagian dari sub sistem pembangunan daerah. Unmul memiliki pakar-pakar  yang secara langsung dan tidak langsung telah memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan pembangunan daerah.


Hal ini disampaikan Gubernur Awang Faroek saat Kuliah Perdana Program Double Degree antara Unmul dengan Chulalongkorn University Thailand di Rektorat Unmul, Senin (4/2). Unmul adalah perguruan tinggi yang memiliki komitmen melahirkan sumber daya manusia berkualitas, kompetitif, berdedikasi, mandiri dan profesional  serta menjadi kekuatan moral pembangunan  di daerah, nasional dan global.


“Saya berharap Unmul dapat menjadi sub sistem program pembangunan di daerah,  terutama dengan sumbangan pemikiran dan solusi untuk menyukseskan pembangunan, baik pembangunan sumber daya manusia, pertanian dalam arti luas maupun pembangunan infrastruktur,” kata Awang.


Kaltim memiliki sumber daya alam (SDA) yang sangat melimpah. Karena itu, peran  para  pakar untuk mendukung pemerintah daerah dalam pengelolaan SDA sangat diperlukan. Awang berharap pengelolaan SDA di Kaltim harus dilakukan secara cerdas (smart).


Artinya, dengan pengelolaan yang cerdas diharapkan manfaat pengelolaan SDA tersebut juga akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.  “Saya yakin, jika pemerintah daerah didukung para akademisi, hasil program yang dilaksanakan pemerintah akan lebih  dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.  


Banyak program yang dilaksanakan Pemprov Kaltim selama kepemimpinan Gubernur Awang Faroek dan Wagub Farid Wadjdy, mulai dari infrastruktur, SDM hingga pengembangan bidang pertanian dan perkebunan terus dilakukan. Tujuannya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  


Awang mengajak para pakar Unmul, mendukung  dan mensosialisasikan program pembangunan dalam kepemimpinannya bersama Wagub H Farid Wadjdy.  Contohnya mendukung sukses program food and rice estate di 10 kabupaten di Kaltim. 

 
“Saya yakin program ini mampu mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Karena itu, saya berharap lulusan dari Double Degree Mulawarman University dengan Chulalongkorn University Thailand setelah lulus, bisa kembali  mengabdi untuk Kaltim, sehingga mampu menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk kemajuan pembangunan daerah,  khususnya pengembangan program food and rice estate,” jelasnya.


Selain itu, Awang berharap, kritikan yang diberikan para pakar Unmul adalah kritikan yang membangun. Sebagai akademisi, pemikiran cerdas yang diberikan, pasti didasari pengetahuan dan penelitian yang ilmiah.


Apalagi, lanjut dia, Unmul telah memiliki dosen dengan gelar professor dan doktor yang berkualitas, sehingga tidak diragukan lagi kemampuannya.


“Mudah-mudahan dengan bantuan dari Unmul, Pemprov Kaltim dapat melaksanakan program yang kini dilaksanakan,” harapnya. 
Selain itu, lanjut Awang, untuk mendukung dan menyukseskan kualitas para dosen dan mahasiswa, Pemprov terus berupaya memberikan motivasi. Caranya, dengan memberikan beasiswa Kaltim Cemerlang. Bahkan, beasiswa tersebut sudah diberikan sejak 2010.  


Awang berharap, dengan beasiswa tersebut Kaltim mampu mewujudkan putra-putri daerah yang berkualitas untuk mendukung pembangunan daerah.


Sementara itu, Rektor Unmul Prof Dr H Zamruddin Hasyid mengatakan, mahasiswa yang masuk dalam program Double Degree Mulawarman University dengan Chulalongkorn University Thailand berjumlah 30 orang, terbagi dalam beberapa program, yakni pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan dan program sumber daya hutan dan energi terbarukan.


“30 orang ini terbagi dua, yakni untuk program doktor (strata III), kuota 10 orang yang mengikuti program pengelolaan sumber daya alam dan hutan tropis. Kemudian yang kedua program magister (strata II) sebanyak 20 orang. Kami berharap, 30 mahasiswa ini lulus dengan nilai yang baik dan kembali untuk mendukung program pemerintah daerah,” harapnya. (jay/hmsprov).

////Foto : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak memukul gong sebagai tanda dimulainya Kuliah Perdana Double Degree Unmul.(johan/humasrov kaltim)


 

Berita Terkait