Untuk Pelatihan Kewirausahaan dan Pendidikan Keterampilan

Manfaatkan dan Optimalkan Fungsi BLK di Kab/Kota

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak meminta kepada kabupaten/kota di Kaltim untuk bisa memanfaatkan dan mengoptimalkan fungsi dari Balai Latihan Kerja (BLK) diwilayahnya masing-masing dengan baik. Terutama untuk pelatihan sektor kewirausahaan dan pelatihan keterampilan lainnya.

Untuk pelatihan sektor kewirausahaan, menurut dia, bisa berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kaltim maupun kabupaten/kota. Sehingga BLK dapat menghasilkan wirausaha baru yang bisa berkecimpung di lingkungan masyarakat.

“Apalagi kita ada program pelatihan bagi 1.200 wirausaha baru. Dalam hal ini semua sektor harus bergerak, bagi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat harus saling mendukung. Termasuk dengan pemanfaatan BLK di setiap daerah melalui pelatihan-pelatihan di berbagai kejuruan,” kata Awang Faroek beberapa waktu lalu.

Selain itu, lanjut dia, untuk pelatihan keterampilan juga harus terus dilakukan. Melalui BLK dengan berbagai kejuruan, pendidikan keterampilan bisa didapatkan oleh calon-calon pencari kerja di daerah. Misalnya untuk pendidikan keterampilan perbengkelan khusus alat mesin pertanian, yang jumlahnya puluhan ribu unit tersebar di kabupaten se Kaltim.

“Untuk keterampilan seperti perlu dilakukan, karena kalau alat mesin pertanian rusak sedikit saja, itu tidak ada yang bisa diperbaiki. Jadi anak-anak pedesaan juga harus dilatih di BLK, tidak harus dari wilayah kabupaten itu saja, tetapi anak-anak dari wilayah lain bisa ikut berlatih disana,” jelasnya.

Awang Faroek mengimbau, disamping melalui sumber dana APBN, APBD provinsi dan kabupaten/kota, pelatihan itu bisa dilakukan kerjasama atau berkolaborasi dengan perusahaan. Jadi perusahaan bisa membantu untuk menempatkan alat-alat berat yang sudah dipakai lagi untuk ditempatkan di BLK agar dapat dipakai sebagai praktek kerja.

. Menurut dia, jika semua perusahaan di Kaltim dapat memberikan bantuan alat berat untuk praktek, maka tinggal bagaimana Pemerintah Daerah dapat mengelolanya dengan baik untuk peningkatan kualitas calon tenaga kerja di Kaltim.

“Banyak alat berat rusak yang diparkir di perusahaan-perusahaan tambang. Daripada dianggurkan lebih baik diberikan kepada pemerintah atau instansi terkait bisa membuat proposal memintanya untuk dijadikan alat praktek di BLK yang ada di kabupaten/kota se Kaltim,” ucapnya. (her/hmsprov)

Berita Terkait