Upacara Detik-Detik Proklamasi 1945, Gubernur : Jangan Letoy Isi Kemerdekaan

Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019 (seno/humasprovkaltim)

SAMARINDA - Semangat optimisme harus dimiliki seluruh komponen dan warga negara Indonesia. Terlebih para kepala daerah bersama jajaran aparatur sipil negaranya.

Hal itu ditegaskan Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor usai Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019.

Upacara bendera di Stadion Madya Sempaja Samarinda, Sabtu (17/8/2019) diikuti ribuan peserta. Terdiri jajaran ASN, TNI dan Polri, mahasiswa dan pelajar.

Menurut gubernur, semangat dan tekad yang kuat untuk membangun sumber daya manusia (SDM) unggul wajib dimiliki setiap jajaran pemerintahan dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten dan kota bahkan kecamatan hingga kelurahan dan desa.

"Membangun SDM unggul sudah tekad bersama. Pemerintah jangan letoy, juga masyarakat. Tidak boleh pesimis. Tapi wajib optimis dengan keyakinan tinggi mengisi kemerdekaan untuk membangun bangsa," kata Isran Noor.

Bagi pemimpin Benua Etam ini, persaingan antar pasti ada bahkan merambah di berbagai sektor dan sisi kehidupan masyarakat. Karenanya, SDM unggul dan semangat optimis menjadi salah satu jawaban untuk menghadapi era kemajuan dan daya saing yang sangat ketat sekarang ini.

Pembangunan ini lanjutnya, memerlukan modal besar. Namun, semangat persatuan dan optimisme menjadi modal utama untuk mewujudkan tekad terciptanya SDM unggul.

"Jangan pernah merasa lemah. Kita harus berjuang dan percaya diri. Pemerintah dan rakyat harus betsama-sama membangun bangsa ini. Tanpa keterlibatan pemerintah daerah dan rakyat. Mustahil bisa membangun," ujarnya.

Isran mengapresiasi komitmen pemerintah pusat melalui pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo. Khususnya  pidatonya yang menyebutkan alokasi anggaran pendidikan dipatok pusat melalui APBN sekitar Rp505,8 triliun lebih.

Demikian pula alokasi anggaran untuk pembangunan di sektor kesehatan disiapkan dana Rp120 triliun 

"Itu anggaran sangat besar. Kita di daerah ikut saja apa keinginan Pak Presiden atau pemerintah pusat itu. Kita yakin itu semua untuk menciptakan SDM unggul. Indonesia harus punya nyali. Negara besar ini tidak boleh kalah dengan negara-negara lain di dunia ini," ungkap Isran.

Isran mengakui dirinya bersama Wakil Gubernur Hadi Mulyadi didukung seluruh jajaran Pemprov Kaltim serta kabupaten dan kota terus berupaya mengoptimalkan potensi sumber daya untuk percepatan kemajuan Kaltim dan kesejahteraan rakyat.

Mantan Ketua Apkasi ini meyakinkan potensi dan kekayaan sumber daya alam Kaltim mampu mendorong percepatan pembangunan daerah. Tidak saja infrastruktur, juga pendidikan dan kesehatan serta sektoe lainnya.

"Kita harus mengejar ketertinggalan-ketertinggalan ini. Berbagai sektor kita upayakan terlebih pendidikan. Para guru tidak boleh terabaikan. Juga kesehatan dan sarana prasarananya. Kalau memang mau unggul," tegas Isran.

Upacara Detik-Detik Proklamasi diawali pembacaan Naskah Proklamasi oleh Ketua DPRD Provinsi Kaltim HM Syahrun. Dilanjutkan mengheningkan cipta dipimpin Gubernur Isran Noor. 

Upacara HUT Kemerdekaan kali ini diakhiri dengan pengibaran duplikat Bendera Pusaka Merah Putih oleh Paskibraka Indonesia Provinsi Kaltim yang beranggotakan pelajar SMA se-Kaltim bersama pasukan TNI/Polri.

Tampak hadir Wakil Gubernur Kaltim H Mulyadi, Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto dan Kasdam VI Mulawarman Brigjen TNI Richard Tampubolon serta jajaran Forkopimda Kaltim. Hadir pula Gubernur Kaltim dua periode (2008-2018) Dr H Awang Faroek Ishak, Walikota Samarinda H Syaharie Ja'ang serta Wakil Walikota Muhammad Barkati.

Hadir pula istri Gubernur/Wakil Gubernur Kaltim, Hj Norbaiti Isran Noor dan Hj Erni Makmur Hadi Mulyadi serta istri Walikota Samarinda, Hj Puji Setyowati Syaharie Ja'ang serta pimpinan organisasi wanita di Kaltim. (yans/her/humasprovkaltim)

Berita Terkait